HASIL akhir dalam laga menghadapi Moncongbulo FC tidak menjadi fokus para pemain Unggul FC Malang. Mereka memanfaatkan latih tanding itu untuk melihat kekurangan tim dan individu. Sekaligus mengasah kekompakan antar elemen tim.
Kapten Unggul FC Malang Ikhsani Fajar menjabarkan, saat ini tim tengah berproses dengan positif. Dua laga uji coba sebelumnya, membuat penggawa Unggul FC semakin paham keinginan Pelatih Kepala Andre Brocanelo. Baik itu terkait sistem permainan atau skema saat bola mati.
”Dari hasil laga uji coba tersebut, Pelatih (Andre Brocanelo) bisa melihat aspek-aspek yang perlu dibenahi sebelum pertandingan resmi,” katanya. Mulai dari bagaimana para pemain bertahan, menyerang, sampai memanfaatkan bola mati. Pria yang akrab disapa Sani itu merasa, ketiga aspek tersebut jadi modal penting untuk kompetitif di kompetisi.
Menurut eks pemain Black Steel FC itu latihan dan internal game belum bisa dijadikan acuan performa pemain. Sebab, lawan yang dihadapi merupakan rekan satu tim sendiri. Sehingga pertandingan yang serius belum benar-benar terwujud.
Sedangkan saat menggelar latih tanding, para pemain semakin termotivasi bermain maksimal. Berupaya menunjukkan penampilan terbaik untuk meraih kemenangan. Alhasil, performa yang ditunjukkan akan berbeda.
Berangkat dari hal tersebut, Sani memastikan Unggul FC bakal bertanding dengan kekuatan seratus persen saat uji coba melawan Mongcongbulo FC. Menganggap pertandingan itu seperti babak reguler Pro Futsal League atau Super Cup 2025. ”Kami tidak tahu hasilnya bagaimana, terpenting keinginan tim dan pelatih dari uji coba bisa terwujud,” ujar alumnus Universitas Brawijaya itu.
Pengalaman tersebut akan menjadi bekal penting bagi Unggul FC Malang. Sebab, dari evaluasi laga tersebut tim bisa berbenah sebelum berlaga di Super Cup 2025. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho