PERASAAN gelandang serang Persib Bandung Wiliam Marcilio campur aduk saat menjalani laga BRI Super League pekan ke-6 kemarin. Sebagai eks penggawa Singo Edan dia menikmati atmosfer laga di Stadion Kanjuruhan. Tapi di sisi lain, dirinya harus mengesampingkan nostalgia untuk membantu Persib Bandung menang.
Wiliam menjabarkan, kenangan manis bersama Arema FC langsung teringat saat pertama kembali berlatih di Stadion Kanjuruhan, Minggu lalu (21/9). Meski belum pernah berlaga di sana saat berkostum Singo Edan, dilihatnya Aremania tidak berubah kemarin. Tetap militan dan memberikan dukungan luar biasa untuk Julian Guevara cs.
”Atmosfer (pertandingannya) sangat luar biasa, senang sekali bisa berada di Stadion Kanjuruhan,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Malang. Menurutnya, selalu respek kepada Arema FC dan Aremania. Baginya klub membuka jalannya berkarier di Indonesia dan dukungan suporter memberinya energi untuk bermain baik musim lalu.
Wiliam tidak pernah menyangka, pada musim kedua berkarier di Indonesia harus menjadi lawan. Baginya, apa yang terjadi di luar skenarionya. Karena itu, sejak awal laga dia berprinsip enggan selebrasi berlebihan saat mencetak gol.
Dalam laga kemarin, pemain Persib bernomor punggung 10 itu juga berusaha melakukan pembuktian. Berusaha meyakinkan Pelatih Kepala Persib Bojan Hodak mampu bermain reguler di Super League. Dalam dua laga lalu, Wiliam hanya jadi penghangat bangku cadangan dan tidak masuk daftar susunan pemain saat Persib berlaga AFC Champions League Two. ”Karena itu, saya selalu ingin kembali ke Bandung dengan membawa senyuman (kemenangan),” tandasnya. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho