PELATIH kepala Arema FC Marcos Santos tidak sekadar menghadapi laga big match kemarin. Nakhoda Singo Edan berusia 46 tahun itu juga dipertemukan lagi dengan eks anak didiknya. Penyerang Persib Bandung Uilliam Barros sempat jadi pemain Marcos saat dirinya jadi pelatih klub Brasil, Fortaleza Esporte Clube.
Keduanya menjadi bagian Fortaleza Esporte Clube pada musim 2016/2017 lalu. Pada waktu itu, Uilliam baru saja memulai karier profesional di sepak bola. Sedangkan Marcos menjadi pelatih kepala.
”Dia (Uilliam) masih muda saat aku melatih Fortaleza (Esporte Clube),” katanya. Menurutnya, Uilliam merupakan salah satu pemain muda potensial di klub saat itu. Mempunyai kualitas sebagai seorang penyerang yang mengisi pos nomor sembilan.
Marcos bersyukur, Uilliam tetap bisa perform meski sudah tidak muda lagi. Baginya, keberanian sang pemain meninggalkan Brasil untuk berkarier di Indonesia sebagai langkah berani. Itu menunjukkan, mantan pemainnya tersebut tetap bekerja keras selama latihan dan pertandingan.
Sebagai pelatih yang melihat perkembangan Uilliam sejak muda, Marcos mengerti betul bagaimana menghentikan pemain asal Brasil itu. Sebelum laga kemarin, dia memberi instruksi untuk anak asuhnya tidak banyak memberi ruang Uilliam. ”Dia penyerang punya kecepatan dan kemampuan membaca ruang yang baik,” katanya.
Karena itu, memberinya keleluasaan di area pertahanan Arema FC bisa jadi bom waktu. Pemain berusia 30 tahun itu bisa menciptakan gol. Baik itu lewat tendangan atau tandukan memanfaatkan bola udara. Meski begitu, setelah laga Marcos mendoakan untuk kesuksesan karier Uilliam. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho