CABOR Petanque Kota Malang berusaha membenahi pekerjaan rumah seusai Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jatim 2025. Salah satunya menambah jam terbang atlet. Pengalaman bertanding yang minim menjadi faktor Petanque Kota Malang belum mendulang banyak medali di ajang itu.
Asisten Pelatih Petanque Kota Malang Andi Bagus Alfrianto menjabarkan, atlet mereka saat ini didominasi pelajar SMP dan SMA. Turnamen usia remaja jarang digelar. Terlebih di Kota Malang. ”Kami harus mengikuti event lintas daerah agar dapat merasakan perlombaan,” katanya.
Atletnya harus pergi ke Kediri, Surabaya sampai Pasuruan agar bisa mendapatkan pengalaman bertanding. Meski harus menempuh perjalanan jauh, dia merasa hal itu penting untuk perkembangan atletnya. Itu karena atmosfer bertanding berbeda dengan latihan atau latih tanding.
Mentalitas atlet mengatasi tekanan akan teruji saat menghadapi lawan-lawan berat. Semakin sering bertanding, mereka semakin nyaman mengatasi intensitas tinggi di kejuaraan. Selain mentalitas, atlet Kota Malang juga bisa mengenal variasi lapangan pertandingan.
Mulai dari tekstur lapangan datar, miring dan bergelombang. Kemudian memahami lapisan lapangan seperti dari paving, tanah atau bebatuan.
Dengan pengalaman tersebut, diharapkan kualitas atlet kota Malang meningkat. Mereka mampu tampil kompetitif di berbagai kejuaraan. ”Kami bertekad meraih lebih banyak medali di Porprov Jatim 2027 nanti, karena di edisi tahun ini hanya mendapatkan satu emas,” katanya. Pada Oktober
nanti, mereka akan bertanding di Kediri. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho