RADAR MALANG - Tim berjuluk Singo Edan mengalami masa-masa sulit, pasalnya dalam 4 pertandingan terakhir Arema masih belum bisa meraih kemenangan, apalagi dengan buruknya laga kandang Arema yang 2 kali kalah berturut-turut. Faktor tersebut juga menjadi tanda tanya bagi Aremania sendiri. Bagaimana tidak, mereka banyak mengaku kecewa dengan performa Singo Edan yang kian memburuk, padahal pada laga awal Arema dapat bertanding dengan meyakinkan.
Faktor yang memengaruhi penampilan tersebut tidak lepas dari konsistensi dari pemain Arema. Pasalnya Pelatih Arema FC, Marcos Santos mengaku anak asuhnya masih kurang konsisten bermain 90 menit. Ia mengaku para pemainnya sering kehilangan konsentrasi bermain pada babak kedua karena kondisi fisik yang menurun.
Hal ini juga bisa menjadi faktor para pemain, banyaknya pemain inti yang absen pada pertandingan sebelumnya memengaruhi penampilan Arema pada musim ini seperti Valdeci Moreira dan Betinho. Dengan faktor hilangnya pemain tersebut, lini tengah Arema menjadi rapuh dan sering menjadi kelemahan Arema sendiri.
Dengan faktor-faktor tersebut diharapkan Pelatih Arema, Marcos Santos dapat segera berbenah dan menemukan strategi baru agar timnya dapat kembali bersaing di papan atas BRI Super League dan dapat mendapatkan gelar juara liga yang telah lama tidak diraih Arema selama 15 tahun.
Tentunya para Aremania juga mendambakan atmosfer yang telah lama hilang dari jati diri Singo Edan, Arema dahulu dikenal dengan permainan yang terkenal ngeyel kini telah hilang taringnya dan banyak yang berharap Arema agar kembali ke performa terbaiknya.
Mengingat kembali Arema sekarang bertengger di posisi ke-10 klasemen sementara, dan akan bertandang ke kandang PSM Makassar pada 19 Oktober mendatang. Dengan jeda liga yang cukup lama diharapkan Arema kembali dengan gairah dan kekuatan yang baru untuk mendapatkan gelar juara musim ini. (run)
Editor : A. Nugroho