AJANG Super Cup 2025 menyimpan kesan kurang menyenangkan untuk skuad Unggul FC Malang. Mereka tidak hanya gugur di babak delapan besar, melainkan juga harus menghadapi perubahan bola untuk pertandingan yang merugikan. Sebab, jenis bola yang digunakan berbeda dengan edisi Super Cup 2024.
Manajer Unggul FC Malang Usa Laksono menjabarkan, informasi penggunaan bola baru itu diketahui klub saat tiba di Solo. Selama persiapan tim berlatih dengan bola dari brand Specs yang digunakan di kompetisi dan Super Cup tahun lalu.
”Kami baru diberitahu H-1 pertandingan kalau akan menggunakan bola dari Kelme,” katanya. Perubahan itu, diakuinya berdampak besar kepada adaptasi Andres Teran dkk. Sebab, bola dari apparel asal Spanyol itu punya karakteristik berbeda dibandingkan Specs.
Saat menggunakannya pada waktu official training, banyak penggawa Unggul FC yang merasa kurang cocok. Sebab, bola tersebut memiliki tingkat bouncing yang cukup tinggi. Karena lebih ringan daripada bola futsal pada umumnya.
Kondisi tersebut memberi tantangan untuk pemain Unggul FC. Sebab, masih terbiasa dengan bola Specs yang lebih berat. Selain itu, adaptasi tersebut belum maksimal karena baru sekali berlatih dengan bola baru.
Harapannya, Federasi Futsal Indonesia (FFI) melakukan pembenahan dari situasi tersebut. Menurutnya, klub harus mendapat informasi lebih awal terkait perubahan yang dilakukan. ”Semoga informasi (terkait perubahan bola) bisa disampaikan lebih awal dan tidak mendadak saat kompetisi nanti,” katanya. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho