MESKI belum setahun menjadi bagian Arema FC, Marcos Santos mempunyai kepedulian tinggi terkait tragedi Kanjuruhan. Pelatih kepala asal Brasil itu memastikan tidak akan melupakan peristiwa kelam 1 Oktober 2022 lalu. Dia menghormati para korban yang terluka dan berpulang.
Marcos berkomitmen untuk berjuang di Super League 2025/2026 dengan membawa semangat para korban. Setiap kemenangan juga akan dipersembahkan untuk mereka. ”Kami berkomitmen bersama tim atas nyawa yang hilang di sini dan terkait kejadian bertahun-tahun lalu,” kata juru taktik berusia 46 tahun itu.
Menurutnya, tim akan memberikan segalanya di setiap laga kandang. Mulai dari semangat dan daya juang. Elemen tim menyadari tidak ada hal yang bisa menggantikan nyawa, tapi itu bagian dari komitmen menjaga ingatan dan membawa semangat para korban. Saat pertama mendengar tragedi Kanjuruhan, Marcos tidak menampik dirinya sedih.
Baginya, sepak bola merupakan olahraga yang menyenangkan. Saat ada kejadian di luar itu yang merenggut korban, maka nilai-nilai sepak bola akan runtuh. Harapannya, semuanya berbenah dan menjadikan momen peringatan tiga tahun tragedi Kanjuruhan sebagai refleksi.
”Saya ingin menyampaikan untuk para korban (tragedi Kanjuruhan) yang menderita. Saya mendedikasikan diri di sini untuk klub dan mereka,” katanya. Meski tidak bisa berjanji memenangkan semua laga kandang, tapi dia ingin mendorong tim berjuang untuk hal itu. Misinya mencatatkan prestasi pada musim perdana menjadi nakhoda Singo Edan. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho