Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tiga Tahun Tragedi Kanjuruhan, Perkuat Komitmen Membersamai Korban

Galih R Prasetyo • Rabu, 1 Oktober 2025 | 16:55 WIB

 

MENOLAK LUPA: Khataman Al-Qur’an berlangsung di Kantor Arema FC di Kandang Singa, kemarin. Itu bagian dari rangkaian peringatan tiga tahun tragedi Kanjuruhan.
MENOLAK LUPA: Khataman Al-Qur’an berlangsung di Kantor Arema FC di Kandang Singa, kemarin. Itu bagian dari rangkaian peringatan tiga tahun tragedi Kanjuruhan.

MALANG KOTA- Peringatan tiga tahun tragedi Kanjuruhan berlangsung khidmat di kantor Arema FC Kandang Singa, kemarin. Manajemen Singo Edan menggelar khataman Al-Qur’an bersama lima ustad. Hari ini (15.30 WIB), dilanjutkan dengan kegiatan Yasinan dan Tahlil bersama warga sekitar kantor Arema FC.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu usaha klub merefleksi dan penguatan komitmen untuk terus membersamai keluarga korban. Lalu, jadi bagian upaya melakukan pembenahan menyeluruh. ”Mewakili Arema FC, saya  menyampaikan, duka ini adalah duka abadi kita bersama,” kata General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi.

Dalam peringatan tiga tahun tragedi Kanjuruhan tersebut, seluruh agenda diikuti jajaran karyawan Arema FC serta para pelatih dan staf. Itu sebagai bentuk penghormatan dan pengingat untuk semua elemen klub.

Pria kerap disapa Inal itu menjelaskan, dalam momen peringatan tiga tahun tragedi Kanjuruhan, klub berkomitmen terus berjalan beriringan dengan keluarga korban. Mendengarkan dan berupaya sekuat tenaga meringankan beban yang dipikul. ”Kami sadar, tidak ada yang bisa menggantikan kehilangan. Namun, kami ingin terus membersamai keluarga korban,” katanya.

Klub juga bertekad membangun paradigma baru tentang perilaku positif suporter. Arema FC ingin tragedi Kanjuruhan menjadi titik balik untuk membangun masa depan sepak bola yang lebih baik. Menurutnya, dukungan kepada klub harus lahir dari inisiatif tulus dan dilakukan dengan cara yang bermartabat.

Dia mencontohkan, hubungan harmonis yang telah terjalin antara Aremania dengan suporter klub lain. ”Tragedi ini harus menjadi fondasi untuk membangun masa depan sepak bola yang lebih manusiawi. Keamanan dan kehormatan di stadion, tanggung jawab bersama,” ujar pria asal Bogor itu.

Atas nama klub, Inal memohon maaf sebesar-besarnya kepada semua pihak. Khususnya, keluarga korban tragedi Kanjuruhan. Untuk segala ikhtiar yang masih belum memenuhi harapan. ”Kami tidak akan pernah berhenti. Kami akan terus berkomitmen untuk selalu membersamai. Bersungguh-sungguh menjalankan setiap komitmen yang telah kita susun bersama,” pungkasnya. (zan/gp)

 

 

 

Editor : A. Nugroho
#Tragedi Kanjuruhan #Arema FC #Tiga tahun lalu #Singo Edan