KABUPATEN – Tragedi Kanjuruhan masih menyisakan kenangan pahit bagi Arek-Arek Malang. Satu indikasinya, dalam dua hari ini banyak yang mengenang peristiwa kelam yang merenggut 135 nyawa itu. Kegiatan doa bersama dan refleksi berpusat di Stadion Kanjuruhan mulai 30 September sampai 1 Oktober.
Koordinator Acara Doa Bersama Arek Malang Devi Athok menjelaskan, peserta yang ikut banyak dari penyintas tragedi Kanjuruhan. Seperti Aremania yang menonton laga menghadapi Persebaya Surabaya 1 Oktober 2022 lalu. Termasuk keluarga dan kerabat korban yang meninggal dunia akibat tragedi Kanjuruhan.
”Ada juga Aremania yang datang karena memiliki kepedulian terhadap sesama,” katanya. Mereka tidak hanya berasal dari daerah Malang Raya. Arek Malang yang berdomisili di sejumlah wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, sampai Jakarta juga berkumpul di gate 13, kemarin. Tujuan mereka datang untuk mendoakan para korban sekaligus merawat ingatan terkait keadilan belum didapatkan.
Devi menjelaskan, mereka memiliki tiga rangkaian acara. Pertama, melakukan perjalanan dari Stadion Gajayana sampai Stadion Kanjuruhan dengan kendaraan sepeda motor. Itu merupakan tradisi mereka karena dapat menyambangi dua kandang Singo Edan. Sekaligus menjadi titik kumpul Aremania yang berada di Kota Malang.
Baru setelahnya melakukan perjalanan dari Kota Malang ke Kepanjen. Di tengah perjalanan, mereka membagikan nasi bungkus kepada warga sekitar. Khususnya untuk orang-orang bekerja di jalan.
Sampai di Stadion Kanjuruhan (KJ), mereka langsung berkumpul di gate 13. Acara puncak adalah menggelar doa dan tahlil bersama. Lalu ditutup dengan keinginan dan harapan Aremania, korban, dan keluarga korban tragedi agar segera mendapatkan keadilan. ”Jangan sampai nyawa terenggut karena pertandingan sepak bola,” tandasnya
Kegiatan tersebut menurut Devi sudah berlangsung sejak 2023. Setiap 1 Oktober, mereka selalu melakukan tiga rangkaian kegiatan tersebut. Termasuk saat peringatan 1.000 hari tragedi Kanjuruhan 27 Juni lalu.
Selain itu, kemarin di Stadion Kanjuruhan juga berlangsung Munajat Akbar Doa Bersama, mulai pukul 19.00 WIB. Organisasi Aremania Utas bersama warga Malang Raya mendoakan korban tragedi Kanjuruhan bersama Majlis Maulid Wat Ta'lim Riyadlul Jannah.
Presidium Aremania Utas Ali Rifki menjabarkan, acara tersebut bukan hanya agenda organisasi. Pihaknya juga berkolaborasi dengan keluarga korban agar kegiatan tersebut berjalan bersama. Menurutnya, sinergi ini penting untuk memberikan ruang yang sama bagi semua pihak.
”Kami ingin doa yang dipanjatkan tidak hanya dikenang setahun sekali. Namun bisa dilakukan setiap waktu,” tandasnya. ujarnya. Harapannya, tragedi Kanjuruhan yang merenggut 135 nyawa tidak terlupa. Meski saat ini gemuruh sepak bola sudah kembali bergulir di tanah air.
Dalam acara tersebut, Aremania Utas hanya berperan memfasilitasi pelaksanaan kegiatan. Mulai dari berkoordinasi tempat hingga menyiapkan acara supaya berjalan lancar. Dengan begitu, keluarga korban dan Arek Malang bisa lebih fokus berdoa bersama. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho