Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Atlet Perserosi Kota Malang Borong Perunggu dengan Persiapan Terbatas

Galih R Prasetyo • Senin, 6 Oktober 2025 | 17:32 WIB

MENAKLUKKAN TANTANGAN: Lolita Endah Prasiwi meraih tiga medali perunggu dalam ajang POMNAS XIX 2025, di GOR Jatidiri Semarang, 22 September lalu.
MENAKLUKKAN TANTANGAN: Lolita Endah Prasiwi meraih tiga medali perunggu dalam ajang POMNAS XIX 2025, di GOR Jatidiri Semarang, 22 September lalu.
 

ATLET sepatu roda Kota Malang Lolita Endah Prasiwi catatkan prestasi di Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) XIX 2025. Dia memborong medali perunggu dari tiga nomor yang dipertandingkan. Di antaranya, 1.000 meter sprint, 500 meter sprint, dan 500 meter sprint team relay.

Capaian tersebut tidak didapatkan Lolita dengan mudah. Dia sempat merasakan ketidakpastian untuk bertanding di POMNAS XIX. Satu penyebabnya, biaya mandiri yang harus dikeluarkan.

Baru dua minggu jelang kejuaraan, dia mendapat kepastian untuk bertanding di ajang multi cabor antar mahasiswa tersebut. Itu setelah, Universitas Negeri Malang menanggung biaya perlombaan Lolita. Tapi, tantangan sebelum tampil di POMNAS tidak berhenti di situ.

Dia harus membagi konsentrasi dengan kegiatan kampus. Menyusun jadwal ideal supaya latihan tetap maksimal di tengah kesibukan di luar sepatu roda. ”Selama mempersiapkan event ini saya harus membagi waktu antara latihan dan magang,” ujar dia.

Atlet berusia 21 tahun itu magang saat pagi sampai siang, lalu dilanjut latihan pada sore harinya. Aktivitas tersebut harus dijalaninya sampai jelang keberangkatan ke kejuaraan. POMNAS tahun ini berlangsung di Semarang.

Selama bertanding di POMNAS, Lolita menghadapi lawan-lawan yang beragam. Bahkan atlet jebolan Pekan Olahraga Nasional (PON) ikut ambil bagian di nomor yang diikuti Lolita. Karena itu, dia selalu menekankan ke dirinya untuk tampil dengan performa terbaik.

”Meski mendapatkan perunggu, saya tetap senang karena bisa mempersembahkan medali untuk Kota Malang dengan persiapan terbatas,” ujar dia. Menurutnya, medali itu menjadi simbol kerja keras mengalahkan keterbatasan waktu dan tekanan. Dia juga berhasil membuktikan tampil impresif mengalahkan atlet punya pengalaman bertanding di PON. (zan/gp)

Editor : A. Nugroho
#pomnas #atlet #Kota Malang #sepatu roda