KARTU MERAH menjadi momok untuk Unggul FC Malang. Dalam dua laga terakhir penggawa tim harus rela mendapatkan sanksi itu dari pengadil lapangan. Pada laga Super Cup kiper tim Angga Ariansyah dapat kartu merah.
Sedangkan saat Pro Futsal League (PFL) pekan pertama, Wellington Pereira yang menerima kartu merah. Akibat itu, tim harus rela kebobolan karena bermain dengan empat pemain. Dampak lanjutnya, mengurangi opsi pemain di laga pekan ke-2.
Asisten Pelatih Unggul FC Malang Agus Abdulrahman mengatakan, kartu merah menjadi pembelajaran penting untuk tim. Menurutnya, para pemain harus lebih berhati-hati. Artinya, lebih cermat dan baik dalam mengambil keputusan karena PFL gunakan video assistant referee.
”Kami memastikan (pemain) Unggul FC akan bermain lebih waspada di pertandingan berikutnya,” ujarnya. Tim pelatih sudah menyampaikan ke Adam Ahlan dan kawan-kawan untuk tidak mudah terpancing provokasi. Menghindari gerakan tambahan yang berisiko.
Selain itu, juga mengasah kemampuan tim saat bermain dengan jumlah pemain yang kurang. Selama satu pekan ini, pemain Unggul FC diasah untuk menghadapi kondisi yang kurang menguntungkan. Tujuannya, supaya bisa mengantisipasi situasi serupa saat terjadi lagi.
Meski begitu, dia tidak menyalahkan pemain yang terkena kartu merah. Tim pelatih melihat tidak ada unsur kesengajaan saat pemain Unggul FC dapat kartu merah. Angga berusaha untuk menghalau bola karena dia menjadi satu-satunya pemain yang tersisa di pertahanan.
”Kalau untuk Well (Wellington Pereira) memang sedang duel berebut bola dan tidak ada maksud melukai lawan,” katanya. Meski begitu, dia melihat kondisi tersebut tidak boleh terjadi kepada dua pemainnya. Sebab, baik Angga dan Wellington diandalkan tim di PFL. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho