BERTANDING di kejuaraan tingkat nasional bukan hal yang gampang bagi atlet Ski Air Kota Malang. Sepanjang tahun ini, mereka baru ikut dua ajang berskala nasional. Kurang populernya ski air jadi satu penyebab minimnya perlombaan di cabor tersebut.
Ketua Umum Persatuan Ski Air dan Wakeboard Indonesia (PSAWI) Kota Malang Dewi Parwati menjelaskan, ski air masih belum banyak diketahui masyarakat luas. Cabor tersebut umumnya diketahui sebagai olahraga yang hanya dipertandingkan di luar negeri. Akibatnya, partisipasi penonton maupun jumlah peserta di dalam negeri tergolong minim.
”Karena masih sedikit persebarannya, jadi banyak yang berfokus (menggelar) kejuaraan tingkat kabupaten atau kota saja,” katanya. Dewi menjelaskan, di Jawa Timur hanya ada lima daerah yang rutin menghelat kejuaraan terbuka saat ini. Di antaranya, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Gresik, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Malang, dan Kota Malang.
Sementara untuk kejuaraan tingkat nasional hanya tersedia dua event rutin yang terselenggara. Seperti Kejuaraan Nasional 2025 dan Kasal Cup 2025.
Dewi menjabarkan, semakin banyak kejuaraan tingkat nasional akan jadi hal yang bagus untuk perkembangan atlet. Itu karena, pelatih dan atlet bisa mengetahui bagaimana progres latihan. Dari ajang itu, bisa menambah jam terbang untuk menguatkan mental berlaga.
Kejuaraan nasional juga bisa menjadi jalan untuk atlet Kota Malang tampil di ajang yang levelnya lebih tinggi. Seperti tampil di ajang tingkat Asia Tenggara, Asia, sampai Dunia. ”Semoga bisa lebih banyak event-event nasional, agar ski air ebih mudah diterima masyarakat luas,” katanya.
Saat ini, atlet Ski Air Kota Malang terus berlatih. Mereka, fokus mempersiapkan diri sebelum tampil di Piala Bupati Kabupaten Mojokerto bulan November nanti. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho