DUA atlet gulat Kota Malang tidak hanya mencatatkan prestasi dalam ajang PON Bela Diri 2025. Capaian di kejuaraan itu juga menjaga peluang Supriono dan Rizma Ayu Putri berlaga di PON 2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB). Mereka akan mulai menjalani pemusatan latihan bersama kontingen Jawa Timur tahun depan.
Ketua Umum Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Kota Malang Wahyudi menjabarkan, Koni Jawa Timur telah memberikan janji kepada atlet yang bertanding di PON Bela Diri 2025. Apabila berhasil menembus babak final, mereka akan dipanggil mengikuti training center (TC) jangka panjang. ”Supriyono dan Rizka akan dipanggil (PGSI Jawa Timur) untuk melakukan pemusatan latihan jangka panjang Januari tahun depan,” katanya.
Menurutnya, dua atlet tersebut sangat layak mendapatkan panggilan pemusatan latihan. Selain karena performa positif di PON Bela Diri Kudus 2025, mereka juga mempunyai track record bagus di berbagai kejuaraan. Mulai meraih medali PON Aceh 2025 mewakili kontingen Jawa Timur. Waktu itu Supriyono mendapatkan medali perak, sementara Rizma memperoleh perunggu.
”Harapannya setelah ini mereka bisa memanfaatkan pemusatan latihan sebaik mungkin,” katanya. Wahyudi mewanti-wanti agar keberhasilan di PON Jawa Timur 2025 tidak membuat Supriyono dan Rizma jemawa. Sebab, konsistensi performa dalam satu hingga dua tahun ke depan akan menjadi penentu berlaga atau tidak ke PON 2028 mendatang.
Untuk diketahui, dalam PON Bela Diri 2025, Supriyono berhasil mendapatkan medali emas Gaya Grego Roman Putra kelas 97 kilogram. Sementara Rizma mendapatkan medali perak Gaya Bebas Putri kelas 62 kilogram. Keduanya membantu gulat Jawa Timur juara umum. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho