Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Paling Cepat! Downhiller Asal Batu Ciptakan Sejarah di 76 Indonesia Downhill

Galih R Prasetyo • Senin, 27 Oktober 2025 | 20:35 WIB
CIPTAKAN KEJUTAN: Pandu Satrio Perkasa berusaha menaklukkan track Klemuk Bike Park.
CIPTAKAN KEJUTAN: Pandu Satrio Perkasa berusaha menaklukkan track Klemuk Bike Park.

BATU - 76 Indonesia Downhill (IDH) 2025 menghadirkan juara baru. Pandu Satrio Perkasa menjadi terbaik dalam ajang berlabel Union Cycliste Internationale (UCI) level 1 itu. Prestasi itu membuat downhiller asal Kota Batu tersebut menuliskan sejarah emas dalam kariernya.

Pandu berhasil menjadi juara umum 76 IDH setelah baru naik kelas ke men elite. Pada kejuaraan 2024 lalu, mahasiswa Universitas Negeri Malang tersebut tampil di kelas junior. Dia juga tidak diprediksi bisa meraih gelar tersebut pada tahun ini.

Penyebabnya, pada dua seri 76 IDH sebelumnya tidak pernah menjadi juara. Dia menempati posisi di luar tiga besar. Seperti salah satunya, berada di urutan keenam. Akibat itu, membuat peluangnya menjadi juara cukup kecil di final 76 IDH.

Namun, dalam race penentu di final 76 IDH di Klemuk Bike Park dia mampu menjadi tercepat. Bersaing dengan downhiller berlabel Timnas Indonesia. Salah satunya, Randy Varera Sanjaya. Dia menjadi tercepat saat seeding run dan saat race. Catatan waktunya, 2 menit 5.783 detik saat balapan kemarin.

Pandu mengatakan, capaian tersebut menjadi bukti downhiller berstatus rookie mampu bersaing. Tidak perlu menunggu waktu lama saat bekerja keras di latihan dan saat race berlangsung. ”Banyak orang yang mengatakan kepada saya saat pertama masuk kelas elite harus berproses satu sama dua tahun. Saya pikir tidak ada mustahil,” paparnya.

Dalam race di Klemuk Bike Park kemarin, Pandu menjabarkan salah kunci kemenangannya adalah pilihan settingan sepeda tepat. Dia menggunakan ban basah dan mengatur ulang suspensi single crown. Pandu dan tim melakukan itu, karena track sedang basah dan licin akibat hujan.

Pandu menjabarkan, pada tahun lalu tampil di kelas junior dirinya tidak berhasil menjadi tercepat di Klemuk Bike Park. Menempati urutan kedua. Tapi, dari capaian tersebut dirinya tidak menyerah. ”Saya berlatih lebih keras lagi dan sering berdiskusi dengan atlet-atlet downhill senior,” katanya. (gp)

Editor : A. Nugroho
#rookie #Sepeda #uci #Balap #downhiller