RADAR MALANG – Krisis tampaknya belum berakhir bagi Liverpool. Bermain di hadapan publik sendiri di Anfield, The Reds kembali menelan hasil memalukan setelah dibantai Crystal Palace dengan skor telak 0-3 dalam laga Carabao Cup, malam tadi (29/10).
Kekalahan ini sekaligus memastikan langkah Liverpool terhenti di ajang tersebut, menambah panjang daftar hasil buruk yang mereka alami belakangan ini.
Dalam tujuh pertandingan terakhir di semua kompetisi, skuad asuhan Jürgen Klopp itu hanya mampu meraih satu kemenangan dan sudah enam kali menelan kekalahan. Catatan ini menjadi rekor terburuk kedua dalam 70 tahun terakhir, setelah sebelumnya terjadi pada musim 2009 saat tim masih ditangani Rafael Benitez.
Situasi semakin sulit karena jadwal berat sudah menanti. Liverpool akan menghadapi Aston Villa dan Manchester City di ajang Premier League, sebelum melawat ke markas Real Madrid dalam laga penting Liga Champions. Rangkaian pertandingan itu berpotensi memperburuk kondisi mental tim jika mereka tak segera bangkit.
Salah satu penyebab utama keterpurukan Liverpool diyakini karena cedera empat pemain kunci: Luis Díaz, Darwin Núñez, Trent Alexander-Arnold, dan Diogo Jota. Keempatnya berperan besar dalam keberhasilan The Reds menjuarai liga musim lalu. Absennya mereka membuat lini depan tumpul dan pertahanan rapuh.
Di sisi lain, pemain baru seperti Florian Wirtz, Alexander Isak, Milos Kerkez, dan Jeremie Frimpong belum mampu beradaptasi dengan gaya permainan cepat khas Liverpool. Hanya Hugo Ekitike yang menunjukkan performa menjanjikan sejauh ini.
Kondisi ini membuat banyak pihak khawatir, apakah era kejayaan Liverpool di bawah Klopp sudah mulai berakhir. Jika tak segera menemukan solusi, The Reds berpotensi kehilangan arah di sisa musim dan terancam gagal bersaing di papan atas Premier League. (run)
Editor : A. Nugroho