KABUPATEN - Arema FC tidak hanya memiliki catatan positif di lini serang. Singo Edan juga menorehkan statistik individu yang bagus saat bertahan. Salah satunya, ditorehkan center back Luiz Gustavo.
Pemain berkebangsaan Brasil itu mengoleksi 11 kali blok sukses dari sembilan penampilan. Itu membuatnya menjadi pemain kedua di BRI Super League dengan rata-rata blok tinggi setiap laga. Dia hanya kalah dengan Bek Persita Tangerang Tamirlan Kozubaev (selengkapnya baca grafis).
Asisten Pelatih Arema FC Kuncoro senang dengan performa tersebut. Sebab, menunjukkan pemain bernomor punggung 26 mampu beradaptasi. Baik itu dengan skema permainan tim atau karakteristik kompetisi tanah air.
Menurutnya, tidak mudah untuk pemain baru cepat tune-in. Apalagi, tahun ini menjadi kali pertama Gustavo berkarier di kompetisi Asia Tenggara. ”Dia pemain yang selalu menunjukkan performa terbaik (baik saat latihan dan pertandingan),” katanya.
Mantan pemain Persija Jakarta itu menjabarkan, statistik Gustavo itu tidak muncul dengan sendiri. Dia melihat, salah satu kelebihan sang pemain memiliki positioning yang bagus. Mampu membaca arah serangan lawan. Dari sana, mampu mengantisipasi umpan atau bola hasil tendangan lawan.
Lalu, kerap memenangkan duel satu lawan satu sampai melakukan clearance. Kemampuan itu, membuat Pelatih Kepala Marcos Santos selalu memilih Gustavo masuk starting eleven. Selama waktu itu bermain sepanjang laga, mulai awal sampai akhir.
Kuncoro mengatakan, kelebihan itu membuat anak asuhnya mampu melakukan duel udara. Meski tidak mempunyai postur tinggi. ”Dia juga selalu punya nyali untuk menjalankan tugasnya (mengamankan pertahanan tim),” tutur pemain Singo Edan era Galatama tersebut.
Harapannya, Gustavo tetap menunjukkan performa terbaik. Tetap disiplin dalam bertahan dan mampu menjadi benteng kukuh Singo Edan. Tenaganya, sangat dibutuhkan dalam pertandingan Arema FC selanjutnya.
Di tempat terpisah, Bek Tengah Arema FC Luiz Gustavo tidak terlalu memikirkan catatan tersebut. Menurutnya, yang terpenting adalah bagaimana cara mempertahankan lini belakang agar tidak mudah kemasukan gol. Sebab, Arema FC sudah kebobolan 13 gol dalam sembilan laga.
Selain itu, dia dan tim juga ingin bangkit setelah hasil minor melawan Borneo FC. Secara pribadi, Gustavo ingin tim menang. Dia tidak menyukai kekalahan.
Karena itu, dia bertekad statistik tersebut dibarengi dengan jumlah kebobolan tim yang menurun. Kemudian mampu mengakhiri laga dengan capaian clean sheet. Arema FC kembali ke papan atas. ”Selama tim kami aman dan bisa memenangkan pertandingan, saya rasa itu sudah cukup,” tandasnya. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho