MIMPI Sabrina Mutiara Firdaus dan kawan-kawan menjadi juara Piala Pertiwi babak nasional harus pupus. Langkah Ongis Nade Kodew terhenti di babak delapan besar. Arema FC Women kalah saat melawan BHRU Sumut.
Bermain imbang 1-1 di waktu pertandingan normal, pemain Arema FC Women harus menjalani babak adu penalti. Dalam babak itu satu pemain Ongis Nade Kodew gagal menjalankan tugasnya. Akibatnya, harus takluk dengan skor 4-5.
Manajer Arema FC Women Fuad Ardiansyah tetap bangga dengan perjuangan para pemain. Itu karena, mampu bersaing sepanjang turnamen. Lalu, skuad Ongis Nade Kodew berisi 14 pemain baru yang berasal dari tim U-18 dan U-16.
”Anak-anak mampu menunjukkan kualitas mereka di tingkat nasional,” katanya. Dari kejuaraan tersebut, Fuad melihat kalau para penggawa muda punya kesempatan berkembang lebih baik ke depan.
Selama kejuaraan, menampilkan performa yang tidak jauh berbeda dengan pemain lebih berpengalaman.
Setelah Piala Pertiwi babak nasional, pemain Arema FC Women tidak berlibur lama. Mereka akan tetap berlatih. Tim pelatih ingin menjadikan kegagalan kali ini sebagai bahan meningkat performa pemain. Mentalitas bertanding jadi salah satu fokus perbaikan.
”Saat babak 8 besar, kami awalnya unggul 1-0 di babak pertama. Karena kurang fokus pada 15 menit terakhir, kami kebobolan,” ujar Fuad.
Dia menjabarkan, upaya itu tidak bisa dilakukan dalam jangka waktu pendek. Perlu proses panjang dan jam terbang. Karena itu, tim akan terus aktif ikut kejuaraan. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho