KABUPATEN – Tugas kiper Unggul FC Malang Angga Ariansyah musim ini tidak hanya menjaga gawang tim. Dia juga wajib terlibat aktif saat tim mulai membangun serangan dari lini belakang. Pelatih Kepala Unggul FC Andre Brocanelo meminta kiper tim untuk punya kemampuan ball playing.
Pemain bernomor punggung satu itu memahami tugas tersebut. Menurutnya, perkembangan dunia futsal menuntut kiper tidak hanya berdiam di bawah mistar. Setiap pemain dituntut membantu rekan-rekannya melakukan serangan. Situasi tersebut selaras dengan Unggul FC Malang yang menginginkan permainan yang lebih bervariasi.
”Apalagi pelatih (Andre Brocanelo) juga menerapkan taktik dengan melibatkan kiper,” kata Angga. Baginya, hal tersebut tidak terlalu sulit. Itu karena, dia sebenarnya sudah akrab dengan hal tersebut sejak awal berkarier di Liga Profesional Futsal.
Selama menjalani peran tersebut, pemain asal Bandung itu mengaku tidak hanya mengandalkan insting sebagai penjaga gawang. Dirinya juga banyak belajar dari video pertandingan kiper luar negeri. Khususnya di Liga Futsal Eropa seperti Spanyol dan Portugal.
Alhasil, jauh lebih tenang saat lama-lama memegang bola. Pemain berusia 24 tahun itu juga tidak kesulitan saat mengirim umpan jauh. Bahkan, Angga juga tidak takut untuk melakukan tembakan ke gawang lawan.
Meski cukup menguasai di aspek tersebut, Angga tidak lupa dengan tugas utamanya sebagai penjaga gawang. Menghalau tembakan lawan melalui aksi penyelamatan. Dia merasa peran ganda tersebut bisa dilakukan secara bersamaan.
”Asalkan terus berlatih pasti bisa dilakukan,” paparnya. Menurutnya, tidak hanya dirinya mengemban tugas tersebut. Para kiper Unggul FC lain juga wajib memiliki kemampuan itu.
Lewat tugas sebagai ball playing goalkeeper, Angga tidak hanya menargetkan kemenangan dan catatan clean sheet untuk Unggul FC Malang. Dirinya juga ingin bisa mencetak gol atau assist saat ada kesempatan. Harapannya, bisa memberi kontribusi maksimal untuk tim. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho