RADAR MALANG - Program latihan atlet Aeromodelling Kota Malang banyak mengalami penyesuaian saat musim hujan. Contohnya, mengasah skill merakit pesawat saat tidak bisa menempa diri di tempat outdoor. Harapannya, program itu bisa membuat atlet lebih mengenal pesawat yang digunakan untuk bertanding dan bisa memperbaikinya saat rusak.
Bidang Pembinaan dan Prestasi Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Kota Malang Mochammad Prihatin Alamsjah menjelaskan, sebelumnya para atlet lebih sering menjadi pilot atau pengendali pesawat. Perakitan dan maintenance pesawat diserahkan ke wali atlet atau pelatih. Padahal, dalam perkembangan aeromodelling saat ini menuntut atlet multitasking.
”Kami sudah mempersiapkan program untuk pelatihan atlet agar mereka bisa membuat pesawat dari nol,” katanya. Menurutnya, akhir tahun ini merupakan waktu yang tepat untuk menggelar aktivitas tersebut. Karena kegiatan menerbangkan pesawat kerap terhalang cuaca yang kurang bersahabat.
Alamsjah menjabarkan, para atlet merakit pesawat tipe Tip Launch Glider (TLG). Alasannya, karena bahan pesawat tersebut lebih mudah didapatkan dan cukup terjangkau. Baru setelah itu, beralih merakit pesawat jenis yang lebih rumit, seperti seri Free Flight F1A.
”Kalau mereka punya kemampuan repairing sendiri, hasilnya pasti lebih maksimal. Sebab, mereka tahu karakter pesawat yang dipakai,” ujarnya. Saat ini, program itu diupayakan rutin digelar agar atlet aeromodelling Kota Malang tidak hanya berprestasi sebagai pilot, tetapi juga ahli dalam perakitan pesawat. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho