MALANG KOTA- Tawa bahagia dan kesedihan menjadi warna dalam partai pemungkas (MLSC) seri Malang Minggu. MI Al Ihsan Jeru, Turen keluar sebagai juara kelompok usia U-10. Sedangkan, SDN Mojorejo 01 menjadi terbaik di kelompok usia U-12.
Dalam partai final MI Al Ihsan mengalahkan SDN Sawojajar 5 dengan skor 4-0. Nagista Maulidina Bilqis menjadi siswi yang memborong semua gol dari sekolahan tersebut. Dia juga jadi top skor turnamen dengan (34 gol). Sementara, SDN Mojorejo menang dengan skor 1-0 atas SDN 3 Pandanlandung.
Pelatih dan guru olahraga SDN Mojorejo Rudi Handoko mengatakan, gelaran MLSC jadi pematik semangat siswi yang suka sepak bola di sekolah. Ke depan, tim putri SDN Mojorejo 01 akan didorong terus mengikuti kejuaraan serupa. ”Ini menjadi salah satu bukti kalau prestasi sepak bola tidak hanya hadir dari pemain putra,” paparnya.
Mantan pemain Persikoba Kota Batu menjelaskan, potensi pemain putri di Kota Apel dan Malang Raya sejatinya sangat besar. Tapi, sayangnya tidak banyak turnamen yang jadi wadah untuk mengembangkan bakat pemain. Karena itu, dia dan pihak sekolah langsung membuat tim setelah mendengar adanya MLSC.
Rudi percaya ajang tersebut bagus untuk pemain putri kelompok umur U-10 dan U-12. Harapannya, MLSC rutin digelar setiap tahun. ”Kami berencana untuk menggelar ajang serupa di Kota Batu,” katanya. Harapannya, akan jadi wadah jadi tempat pemain junior putri terus berkembang.
Sementara itu, Pemain MI Al Ihsan Nagista Maulidina Bilqis semakin termotivasi untuk menjadi pemain putri setelah jadi juara. Dia akan lebih giat berlatih ke depan. ”Semoga kelak saya bisa menjadi pemain Timnas Putri,” papar siswi yang mengidolakan Pratama Arhan itu.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat melihat euforia di MLSC jadi hal positif. Dia memastikan Kota Malang siap jadi tuan rumah lagi tahun depan. ”Kehadiran MilkLife Soccer Challenge di kota ini telah memfasilitasi keinginan para pelajar putri serius menggeluti olahraga ini,” katanya.
Ke depan Pemkot juga akan menyiapkan menghadirkan kompetisi putri yang berjenjang. Wahyu melihat, tingginya jumlah peserta merupakan bukti bahwa sepak bola di Malang juga digemari oleh kalangan putri. (zan/gp)
Editor : Galih R Prasetyo