Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Arema FC Siapkan Rotasi Pemain Saat Lawan Persebaya

Galih R Prasetyo • Senin, 17 November 2025 | 17:23 WIB
JADI PENONTON LAGI: Center Back Arema FC Yann Motta berusaha menggiring bola dalam sesi latihan di ARG Soccer Field, beberapa waktu lalu.
JADI PENONTON LAGI: Center Back Arema FC Yann Motta berusaha menggiring bola dalam sesi latihan di ARG Soccer Field, beberapa waktu lalu.

KABUPATEN- Singo Edan masih tampil pincang saat menghadapi Persebaya Surabaya Sabtu nanti (22/11). Itu menyusul, Bayu Setiawan,  Arkhan Fikri, dan Julian Guevara tidak bisa berlaga dalam laga pekan ke-13 tersebut. Arkhan berpotensi absen akibat masih menjalani pemusatan latihan Timnas U-23.

Sedangkan Bayu menjalani hukuman kartu merah. Dia mendapat larangan bermain tiga laga sejak pekan ke-11 kompetisi. Untuk Guevara, kartu merah melawan Persija Jakarta berbuah sanksi larangan bermain tiga laga beruntun.

Dia akan absen saat Singo Edan menghadapi Persebaya Surabaya, Malut United, dan Madura United. Berdasar putusan surat dari Komdis PSSI, Guevara dikenai sanksi itu karena dianggap melakukan pelanggaran keras ke pemain Persija Jakarta.

General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi menjelaskan, sanksi larangan bertanding tersebut menjadi catatan tersendiri bagi manajemen klub. Sebab, hingga pekan ke-12, Singo Edan sudah mengantongi lima kartu merah. ”Apalagi ini kedua kalinya (Guevara) dapat kartu merah,” ujar dia.

Menurutnya, hal itu berdampak langsung kepada kekuatan tim saat di kompetisi. Salah satunya, mengurangi opsi pemain di lini tengah dan belakang saat melawan Persebaya. Pemain berusia 33 tahun itu sudah mendapatkan teguran keras dari tim pelatih dan manajemen.

Selain itu, manajemen klub melihat catatan tersebut kurang elok bagi pemain senior yang sudah tiga musim bersama Singo Edan. Harusnya pemain asal Colombia itu bisa memberikan contoh ke pemain lain. Apalagi, pengawasan terhadap tindakan pemain di lapangan lebih ketat dengan adanya video assistant referee.

”Boleh bermain keras (intensitas tinggi), namun tidak boleh kasar,” jelas dia. Menurutnya, bermain dengan jumlah pemain tidak komplet juga merugikan saat laga masih berlangsung. Mengurangi kekuatan tim dan harus mengubah rencana yang disiapkan.

Saat ini Arema FC menjadi salah satu tim dengan jumlah kartu merah terbanyak. Singo Edan sudah mendapatkan lima kartu merah. Klub BRI Super League yang punya statistik kartu merah serupa adalah Persijap Jepara dan Persebaya Surabaya.

Di tempat terpisah, Pelatih Kepala Arema FC Marcos Santos mengatakan, tim pelatih sudah menyiapkan antisipasi situasi tersebut. Akan mengoptimalkan pemain lain untuk mengisi pos lini belakang dan tengah. ”Kami mempunyai banyak pemain di tim ini. Mereka siap bermain di pertandingan selanjutnya,” katanya.

Menurutnya, dalam beberapa hari ke depan akan mengasah aspek tactical tim. Setelah pekan lalu meningkatkan kebugaran para pemain. Arema FC ingin tampil dengan performa terbaik. (zan/gp)

Editor : A. Nugroho
#Arema FC #BRI Super League #Kabupaten Malang #Singo Edan