TIM pelatih Arema FC memilih tidak menggelar uji coba selama jeda panjang kompetisi. Sebagai gantinya, Marcos Santos memaksimalkan internal game untuk mengasah kemampuan pemain. Simulasi itu dirasa ideal di tengah kondisi sekarang yang tidak mudah mendapat lawan untuk latih tanding.
Asisten Pelatih Arema FC Siswantoro menjelaskan, internal game memberi manfaat positif bagi para pemain. Aktivitas itu membantu meningkatkan respons penggawa tim, sekaligus menjaga ritme permainan saat jeda lama seperti sekarang. Selain itu, tim pelatih bisa memantau stamina pemain selama 20 menit saat menjalani latihan dengan intensitas tinggi.
”Kami juga bisa mengetahui bagaimana pemain mengambil keputusan. Dan, melihat taktik mereka untuk mengatasi situasi deadlock,” katanya. Sejauh ini, tim pelatih mendapatkan banyak data terkait kondisi pemain dan bagaimana kesiapan tim dalam program tersebut. Selain itu juga sudah mengantongi apa yang harus dimaksimalkan dalam satu pekan ini.
Siswantoro melihat, internal game bisa membantu para pemain membangun chemistry. Itu menyusul, dari latihan tersebut para pemain bisa semakin mengenal karakteristik rekan-rekannya. Contohnya, bagaimana kebiasaan pergerakan Dalberto Luan Belo. Data itu bisa membuat para gelandang mengetahui harus melakukan umpan seperti apa.
Terlepas dari itu, pria asal Malang tidak menampik jika menggelar laga uji coba tidak mudah saat ini. Penyebabnya, tim dari Liga 2 sedang berkompetisi. Lalu, perlu mencocokkan program tim dari Liga 3 untuk bertanding melawan mereka. ”Karena itu, tim pelatih tidak paksakan ada laga uji coba,” kata dia. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho