SURABAYA - Atmosfer derby Jatim di Gelora Bung Tomo (GBT) sangat terasa Sabtu sore (22/11). Chant-chant dari pendukung Persebaya tak pernah berhenti selama 90 menit pertandingan berlangsung. Itu membuat penggawa Arema FC merasakan tekanan lebih tinggi dibanding laga-laga tandang sebelumnya.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Malang di lokasi, tampak stadion GBT cukup penuh. Berdasar data operator BRI Super League, laga itu dihadiri 29.476 penonton. Menjadi yang terbanyak kedua sejauh musim ini. Posisi pertama masih ditempati laga yang mempertemukan Persebaya kontra Persija Jakarta, beberapa waktu lalu.
Saat itu, operator liga mencatat ada 33.432 penonton. Tekanan dari suporter lawan benar-benar dirasakan Bek Tengah Arema FC Anwar Rifai. Dia mengaku bahwa itu memaksa dia dan rekan rekannya bermain dengan konsentrasi tinggi.
”Saya sudah punya pengalaman bermain di GBT, jadi (atmosfer) ini tidak berpengaruh besar,” kata dia. Eks penggawa Madura United itu menyebut bahwa tekanan itu menjadi motivasi tambahan bagi rekan-rekannya. Karena itu, meski bermain dengan 10 penggawa sampai akhir laga, mereka tetap bisa tampil menekan.
Di tempat terpisah, Pelatih Kepala Persebaya Eduardo Perez mengaku sangat senang dengan banyaknya penonton yang berkumpul di GBT. Dia melihat kalau suporter Persebaya cukup menantikan laga derby Jatim itu. ”Saya sangat berterima kasih karena penggemar selalu memenuhi stadion setiap kami bermain,” ujar dia.
Menurut dia, angka tersebut bisa menjadi penanda bahwa antusiasme suporter timnya tetap tinggi. Sebab, Persebaya hanya membatasi 30 ribu penjualan tiket saja. Harapannya, jumlah tiket yang disediakan itu bisa lebih banyak lagi saat melakoni skuadnya bermain di laga besar lainnya. (zan/by)
Editor : Galih R Prasetyo