MUSIM hujan selalu menjadi musuh utama olahraga outdoor. Salah satu yang terdampak adalah cabor Paramotor Kabupaten Malang. Mereka harus mengatur strategi agar bisa berlatih di cuaca yang tidak menentu akhir-akhir ini.
Pelatih Paramotor Kabupaten Malang Ali Sukotjo menjabarkan, air hujan dapat berdampak besar kepada dua alat penting Paramotor, yaitu parasut dan motor. Tidak hanya itu, aspek keselamatan atlet juga terancam saat dipaksakan menempa diri.
”Air hujan yang masuk parasut akan membuat lembab. Itu mengakibatkan stall (kehilangan daya angkat) dan terjatuh dengan cepat,” ujar dia. Karena itu, perlu melakukan tindakan preventif. Seperti mengandalkan aplikasi cuaca saat ingin berlatih.
Demi bisa memastikan keamanan latihan, pihaknya juga memantau kondisi tempat latihan. Sekaligus melihat pola waktu terjadinya hujan. Ali akan memilih berlatih di pagi hari apabila sore sering turun hujan, begitu sebaliknya.
Kalau hujan turun sepanjang hari, Ali memiliki alternatif latihan. Mereka biasanya beraktivitas fisik ringan di rumah masing-masing. Selain itu, para atlet juga bisa memanfaatkan waktu itu untuk berdiskusi soal strategi pilot mengatur waktu terbang sampai landing. ”Kami juga rutin memeriksa kondisi parasut dan motor untuk melakukan maintenance,” katanya.
Lantas, bagaimana jika hujan turun saat atlet sudah telanjur terbang? Ali mengungkapkan, atletnya harus segera turun mencari tempat landing terdekat. Jika belum memungkinkan, atletnya harus menjauhi area hujan agar tidak lama-lama terkena air.
Sebagai informasi, Paramotor Kabupaten Malang memiliki banyak opsi untuk tempat latihan. Seperti Lapangan Abd Saleh, Lapangan Desa Ngebruk Kecamatan Sumberpucung, Lapangan Samsat Kecamatan Karangploso, dan Pantai Mayangan Probolinggo. Mereka berlatih tiga kali dalam satu pekan. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho