RADAR MALANG - Apresiasi khusus layak diberikan kepada lini belakang Arema FC setelah sukses mencuri satu poin di Stadion Gelora Kie Raha kemarin. Itu menyusul, Odivan Koerich dan kawan-kawan berhasil meredam lini serang Malut United. Ciro Alves, Dimas Drajad, Vico Duarte, Frets Butuan, sampai David da Silva tidak mampu mencetak gol.
Nama terakhir itu, sepanjang 90 menit pertandingan sangat minim membuat ancaman ke gawang Lucas Frigeri. Padahal, pemain asal Brasil itu punya track record sering membobol gawang Singo Edan. Berdasar statistik di website I League, akurasi tendangan para pemain Malut United di laga kemarin 57 persen dengan delapan kali shots on target.
Hasil itu membuat puasa gol top skor Malut United David da Silva dan Ciro Alves semakin panjang. Keduanya tidak membobol gawang lawan dalam laga pekan ke-13 menghadapi Persita Tangerang. Sedangkan untuk Arema FC, hasil laga kemarin menjadi satu poin pertama dari Ternate dalam dua musim terakhir.
Lantas, apa kunci pertahanan solid Arema FC dalam laga kemarin? Center back Arema FC Odivan Koerich mengatakan, tim berusaha memperbaiki situasi setelah kebobolan. Secara bertahap keluar dari tekanan.
”Saat tim tanpa bola, harus menjaga area pertahanan dengan maksimal,” katanya. Kondisi tersebut sudah pernah dicoba saat Arema FC bertandang ke markas Persebaya Surabaya 22 November lalu. Saat itu, Singo Edan mampu menahan gempuran lawan hanya dengan 10 pemain.
Sedangkan, keberhasilannya meredam penyerang asal Brasil milik Malut United karena beberapa hal. Salah satunya, sudah mempelajari lawan sebelumnya. Dia melihat beberapa laga klub identik kostum merah tersebut.
Alhasil, mempunyai pengetahuan bagaimana kelebihan penyerang lawan. Lalu, memiliki cara mengantisipasi. ”Kami harus terus menempel ketat para pemain depan mereka. Jangan memberikan banyak ruang,” ujar pesepak bola berusia 26 tahun itu. Menurutnya, marking satu lawan satu dapat membatasi pergerakan penggawa Malut United.
Sementara itu, Asisten pelatih Arema FC Kuncoro mengatakan, capaian itu berkat kerja keras semua pemain. Artinya, penggawa Singo Edan berusaha untuk meredam ancaman dari lawan. ”Saat bertahan kami kompak. Menutup dan berusaha membuat lawan tidak leluasa,” katanya.
Menurutnya, penyerang-penyerang Malut United tidak bisa diberi banyak ruang. Itu karena, dengan kemampuannya bisa menghadirkan gol ke gawang Singo Edan. (gp)
Editor : A. Nugroho