KEJUARAAN Nasional Barongsai 2025 menjadi ajang berharga bagi atlet FOBI Kota Malang. Meski belum mampu mendulang medali di nomor Barongsai Taolu Bebas, mereka mendapat pengalaman bertanding yang berharga. Itu menyusul, lawan yang dihadapi memiliki kualitas nasional hingga internasional.
Wakil Ketua Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Kota Malang Brilliant Matriwiria mengungkapkan, Barongsai Taolu Bebas merupakan nomor yang digelar di Jawa Timur. Satu penyebabnya, minim persaingan. Tim Kota Malang berisi delapan atlet ditunjuk jadi perwakilan Jawa Timur di Kejurnas Barongsai 2025.
”Dari sembilan provinsi yang tampil, kami mengakhiri perlombaan di urutan enam,” katanya. Target posisi lima besar sampai urutan ketiga sejatinya bisa didapatkan. Hanya saja, dalam laga terakhir tidak tampil maksimal akibat terjatuh sehingga mendapatkan pengurangan poin.
Dari ajang itu, FOBI Kota Malang membawa banyak pelajaran. Seperti, harus mengejar ketertinggalan dengan kontingen lain. Sebab, daerah lain punya pembinaan atlet, kualitas alat latihan, sampai kejuaraan jauh lebih memadai.
Tim Barongsai Kota Malang juga mempelajari strategi yang diterapkan kontingen unggulan seperti DKI Jakarta dan Jawa Barat. Tim barongsai daerah itu diisi banyak atlet Timnas yang rutin tampil di level internasional. Menurutnya, dari mereka para atlet barongsai Kota Malang bisa melihat gerakan yang disukai juri, efisiensi rangkaian, hingga aspek keseimbangan untuk bisa menuntaskan obstacle terakhir.
Setelah ini, FOBI Kota Malang akan meningkatkan jam terbang atlet melalui berbagai kejuaraan pada akhir tahun ini dan awal tahun 2026. Tujuannya, agar atlet muda Barongsai Taolu Bebas bisa semakin berkembang. ”Regenerasi ini kami siapkan untuk Porprov X Jatim 2027 mendatang,” tandasnya. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho