MASA depan regenerasi Atlet PASI Kota Malang berada di jalur yang positif. Atlet kelompok umur 12, 14 dan 16 tahun berhasil meraih prestasi di Tuban Open 2025. Mereka mampu membawa pulang tiga medali emas, empat perak, dan lima perunggu dari kejuaraan tingkat Jawa Timur tersebut.
Medali tersebut didapatkan dari empat nomor berbeda. Di antaranya lari 80, 200, 800, dan 1.000 meter, estafet 4x400 meter, dan lompat jauh. Atlet PASI Kota Malang juga menambah satu medali di nomor tolak peluru.
Pelatih Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kota Malang Onny Chandra Sofie mengungkapkan, prestasi yang dicatatkan anak asuhnya merupakan buah dari pembinaan. Atlet yang berlaga di Tuban Open 2025 berlatih sejak duduk di bangku SD. ”Kemampuan mereka juga terasah dengan mengikuti beragam kejuaraan sebelumnya,” katanya.
Selama aktif di berbagai kejuaraan, para atlet muda PASI Kota Malang tidak pernah dibebani target tinggi. Alasannya, satu tujuan ikut kejuaraan untuk mengasah kemampuan atlet. Dari event yang diikuti, bisa mengetahui hal apa yang perlu ditingkatkan.
Contohnya di Tuban Open 2025, tim pelatih ingin melihat perkembangan atlet PASI Kota Malang. Mengidentifikasi apakah mereka mampu bersaing dengan wilayah lain. Kemudian melihat mentalitas bertanding atlet saat harus bersaing di sebuah kejuaraan.
”Hasil ini juga bagus untuk atlet muda yang diproyeksikan tampil di Porprov X 2027 mendatang,” katanya. Setelah Tuban Open 2025, atlet PASI Kota Malang didorong terus ikut kejuaraan. Salah satunya, pada bulan Desember ini di Surabaya. Atlet PASI Kota Malang dari berbagai nomor akan tampil di sana. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho