Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Berlabel Tim Jatim Paling Produktif, Miliki Jumlah Gol Tertinggi

Galih R Prasetyo • Sabtu, 6 Desember 2025 | 16:24 WIB
PERFORMA POSITIF: Dalberto Luan Belo (kiri) berusaha lepas dari penjagaan pemain Persib Bandung Thom Haye dalam laga BRI Super League di Stadion Kanjuruhan, beberapa waktu lalu.
PERFORMA POSITIF: Dalberto Luan Belo (kiri) berusaha lepas dari penjagaan pemain Persib Bandung Thom Haye dalam laga BRI Super League di Stadion Kanjuruhan, beberapa waktu lalu.

KABUPATEN – Meski belum mampu berada di papan atas klasemen, namun penggawa Arema FC patut berbangga dengan produktivitas gol tim. Sampai BRI Super League pekan ke-14, Dalberto Luan Belo dan kawan-kawan sudah mencetak 19 gol. Jumlah tersebut menjadi tertinggi di antara klub-klub Jawa Timur. 

Persik Kediri mengoleksi 15 gol. Sedangkan Persebaya Surabaya mencatatkan 14 gol dari 12 pertandingan. Madura United dalam 13 laga mengemas 11 gol. Catatan tersebut jadi modal positif sebelum menghadapi laga selanjutnya melawan Madura United (23/12).

Pelatih Kepala Arema FC Marcos Santos mengungkapkan, produktivitas gol yang cukup tinggi menandakan tim punya pemain yang tajam. Tidak hanya lini depan saja, namun pemain di posisi lain seperti gelandang juga punya kontribusi dalam mencetak gol. ”Kami meyakini statistik tersebut merupakan buah dari kerja keras tim selama ini,” katanya.

Menurutnya, semangat itu membuat Arema FC tidak terpengaruh saat top skor tim sedang mengalami paceklik gol. Contohnya, saat Dalberto puasa gol dalam tiga laga terakhir. Valdeci Moreira dan Ian Puleio muncul sebagai aktor dalam membobol gawang lawan. Masing-masing mencetak satu gol dan membantu tim dapat poin.

Menurutnya, produktivitas gol itu wajib dipertahankan sampai akhir musim. Itu karena, ujian sesungguhnya Singo Edan terjadi saat memasuki paro kedua kompetisi. Inkonsistensi performa di depan gawang bakal menyulitkan Arema FC memperoleh poin.

Marcos mengatakan, dalam putaran kedua kehilangan banyak poin akan jadi bumerang. Pertama, menyulitkan tim mencapai target finish papan atas. Kedua, bisa membuat tim berjuang ekstra keras untuk tidak berada di zona merah.

Lantas, bagaimana upaya tim pelatih mempertahankan ketajaman penggawa Singo Edan? Marcos mengatakan, satu caranya adalah dengan konsisten mengasah finishing. ”Kami harus punya banyak skema membobol gawang lawan. Pemain harus maksimal dalam memanfaatkan peluang,” kata juru taktik berusia 46 tahun itu.

Menurutnya tanpa latihan dan persiapan, mustahil tim akan tajam. Dia mencontohkan Dalberto, selalu menambah latihan penyelesaian akhir.

Di tempat terpisah, Valdeci Moreira percaya tim akan terus berkembang. Dia yakin, grafik statistik gol akan terus meningkat. Itu menyusul, semua pemain punya kebebasan untuk membobol gawang lawan. ”Semua pemain juga punya kesempatan dan kemampuan melakukannya (mencetak gol),” tuturnya. 

Sebagai informasi, Arema FC berada di urutan keempat dalam urusan produktivitas gol. Jumlah gol saat ini menyamai PSM Makassar. (zan/gp)

Editor : A. Nugroho
#Arema FC #BRI Super League #Kabupaten Malang #Singo Edan