IODI Kota Malang menghadapi jalan terjal untuk mencetak atlet berprestasi di kategori dansa pasangan. Itu akibat, mereka menghadapi kesulitan untuk melakukan regenerasi atlet putra. Minimnya minat dan lamanya proses latihan jadi dua penyebab nomor tersebut tidak menarik perhatian atlet putra.
Ketua Ikatan Olahraga Dancesport Indonesia (IODI) Kota Malang Inchie Indrawati mengungkapkan, sejatinya banyak atlet dansa putra tunggal yang bisa masuk di kategori pasangan. Namun, halangan tersebut datang dari orang tua atlet. Mereka umumnya takut dengan intensitas latihan yang tinggi membuat putranya banyak berinteraksi dengan atlet putri.
”Itu membuat atlet dansa putra kategori pasangan di Kota Malang sangat minim diminati,” katanya. Sejauh ini, hanya ada satu pasangan dansa asal Kota Malang. Mereka berhasil meraih empat medali emas di Porprov IX Jatim 2025.
Waktu yang dibutuhkan untuk meningkatkan chemistry atlet di nomor tersebut juga tidak sebentar. Membutuhkan lebih dari satu tahun untuk menunjukkan harmonisasi gerakan. Mereka harus saling mengetahui pikiran lawan main tanpa perlu adanya instruksi khusus.
Saat ini, Inchie gencar melakukan sosialisasi. Dirinya mengandalkan ekstrakurikuler di sekolah tingkat dasar dan menengah. Selain itu, juga sering berkoordinasi dengan klub dansa yang tersebar di Kota Malang.
IODI Kota Malang juga memanfaatkan event dansa yang sering digelar di Kota Malang. Apabila langkah tersebut masih belum menemui hasil, dia tidak menutup kemungkinan akan mencari atlet dari luar Kota. ”Namun kami berharap masih ada atlet asli Kota Malang yang bisa terjun di nomor ini,” pungkasnya. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho