MALANG - Musim hujan tidak hanya berdampak ke jadwal latihan Arema FC. Kondisi itu juga memberi tantangan untuk kebugaran para penggawa Singo Edan. Beberapa waktu lalu, sejumlah pemain tim dilaporkan mengalami flu hingga demam akibat beradaptasi dengan kondisi cuaca saat ini.
Dokter Tim Arema FC Nanang Tri Wahyudi menjabarkan, setidaknya ada dua pemain yang harus diberi resep obat akibat sakit. Mereka mengeluh mengalami batuk, pilek sampai demam ringan. ”Pemain yang drop (karena perubahan cuaca) ada yang harus berlatih secara terpisah juga,” katanya.
Berdasar informasi yang digali wartawan koran ini, Samuel Balinsa harus menjalani pemulihan rawat jalan akibat flu. Namun, pemain berusia 26 tahun itu tidak sampai absen lama untuk berlatih. Kondisi tersebut juga sempat dirasakan Betinho Filho.
Mantan pemain PSS Sleman itu sempat mengalami demam dan flu. Dia merasakan kondisi tersebut selama dua hari. Kembali pulih setelah melakukan recovery dengan maksimal.
Menurut Nanang, masalah tersebut tergolong wajar terjadi menjelang akhir tahun. Kondisi itu tidak lepas dari musim hujan yang datang dengan intensitas cukup tinggi saat November dan Desember. ”Bahkan atlet dengan daya tahan tubuh baik tetap berpeluang merasakan efeknya,” katanya.
Berangkat dari hal itu, Nanang mewanti-wanti penggawa Singo Edan untuk tetap mengatur waktu istirahat dengan baik. Memenuhi asupan makanan dan cairan tubuh agar kondisinya selalu bugar. Menurutnya, salah satu recovery yang baik adalah dengan mengelola durasi tidur dengan maksimal.
”Kami juga memberikan obat dan multivitamin kepada pemain untuk menjaga kondisinya,” tambah dia. Beruntung, para penggawa Singo Edan memiliki kondisi tubuh yang cukup baik sejauh ini. Tidak ada yang mengalami sakit parah hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Meski begitu, tim medis tetap memantau kondisi para penggawa Arema FC selama dua pekan ini. Itu karena Singo Edan masih akan berkompetisi di BRI Super League. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho