PERSIAPAN panjang Polo Air Kota Malang menuju Porprov X Jatim 2027 menemui jalan terjal. Cabor tersebut menghadapi berbagai tantangan yang berkaitan dengan kualitas latihan. Itu akibat, rendahnya partisipasi atlet dalam mengikuti program latihan.
Wakil Ketua Umum Akuatik Kota Malang Yosi Kurnia Hadi mengatakan, pihaknya hanya bisa berlatih bersama dua kali dalam satu pekan. Penyebabnya, tidak semua atlet punya waktu yang sama untuk ikut menempa diri dengan tim. Akibatnya, latihan kurang berjalan dengan maksimal untuk saat ini.
”Banyak jadwal atlet yang bentrok dengan kegiatan lain,” katanya. Seperti mengikuti klub renang masing-masing sampai bertabrakan dengan kegiatan sekolah. Akibat itu, mereka harus putar otak dengan mengubah dan menyesuaikan jadwal latihan supaya para atlet bisa berlatih bersama.
Yosi menyampaikan, sejatinya sudah berupaya mengantisipasi kondisi tersebut. Salah satunya menyesuaikan jadwal latihan di Polo Air dengan klub renang atlet pada akhir pekan. Hanya saja, jumlah atlet yang bisa berlatih masih tergolong minim.
Berangkat dari kondisi tersebut, dia mencoba berbagai alternatif agar atlet Polo Air Kota Malang tetap bisa berkembang. Bagi yang belum bisa mengikuti latihan bersama, mereka diwajibkan menjalani program latihan mandiri. Baik di rumah maupun melalui sesi di klub renang masing-masing.
”Harapannya mereka bisa terus menunjukkan performa bagus meski belum melakukan pemusatan latihan,” jelas dia. Sebagai informasi, Polo Air Kota Malang belum berhasil membawa pulang medali di Porprov IX Jatim 2025. Langkah mereka terhenti di babak semifinal. Karena itu melakukan persiapan jangka panjang saat ini. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho