KEBERHASILAN Cricket Kota Batu meraih dua perunggu di Porprov IX Jatim 2025 tidak membuat mereka cepat puas. Seusai kejuaraan tersebut, mereka terus melangsungkan latih tanding dengan daerah lain. Satu tujuannya, menambah jam terbang dan pengalaman bertanding atlet.
Ketua Persatuan Cricket Indonesia (PCI) Kota Batu Suyanto mengatakan, dalam empat bulan terakhir mereka telah menjalani tiga latih tanding. Melawan Kabupaten Blitar, Sidoarjo dan Bali. Saat itu, bertanding di Lapangan Pusat Pendidikan (Pusdik) Arhanud di Kota Batu.
”Setelah penyelenggaraan Porprov IX Jatim 2025 kami cukup sering mendapatkan undangan dan mengadakan latih tanding,” katanya. Menurutnya, dari pertandingan itu anak asuhnya masih mempunyai sejumlah pekerjaan rumah. Salah satunya, perlu merasakan banyak pertandingan lagi.
Dia melihat, aktivitas latihan belum ideal membentuk mentalitas bertanding. Terlebih lagi, banyak atletnya yang masih minim pengalaman bertanding di kejuaraan besar. Menurutnya, saat dihadapkan dengan daerah lain, semangat kompetitif atlet akan muncul.
Berangkat dari itu, adanya latih tanding, akan membuat mentalitas atlet tidak cepat goyah saat menghadapi tim besar. Contohnya, saat atlet Cricket Kota Batu menggelar uji coba dengan tim Bali yang notabene jebolan PON.
Suyanto menambahkan, mereka akan menggelar latih tanding kembali bersama tim Kabupaten Blitar. Selain fokus meningkatkan jam terbang atlet, Cabor Cricket Kota Batu juga berupaya merekrut atlet baru. Tujuannya agar bisa menurunkan lebih banyak tim di Porprov X Jatim 2027 mendatang. ”Harapannya banyaknya kesempatan (bertanding) ini bisa kembali terjadi tahun depan.” katanya. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho