Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Ujian Berat Lini Serang Singo Edan

Aditya Novrian • Selasa, 23 Desember 2025 | 16:46 WIB
JADI PEMBUKTIAN: Dari atas, Dalberto Luan Belo, Dedik Setiawan, dan Razzaa Fachrezi merupakan opsi penyerang utama Arema FC. Absennya Dalberto membuat Dedik dan Razzaa berpeluang menjadi andalan Singo
JADI PEMBUKTIAN: Dari atas, Dalberto Luan Belo, Dedik Setiawan, dan Razzaa Fachrezi merupakan opsi penyerang utama Arema FC. Absennya Dalberto membuat Dedik dan Razzaa berpeluang menjadi andalan Singo

KABUPATEN – Persiapan Arema FC menghadapi Madura United sore ini semakin menantang. Assisten Pelatih Andre Caldas harus memutar otak lebih keras setelah Singo Edan dipastikan tampil tanpa sejumlah pilar di lini serang.

Selain kehilangan Betinho Filho dan Anwar Rifai, Arema juga belum bisa mengandalkan top skor tim, Dalberto Luan Belo. Penyerang asal Brasil itu masih berada di negaranya untuk mengurus pergantian nama visa keluarga.

Proses administrasi yang berjalan cukup lama membuat kepastian kepulangannya belum bisa ditentukan. Kondisi tersebut memaksa tim pelatih menyiapkan skema alternatif ketimbang berharap pada waktu.

JADI PEMBUKTIAN: Dari atas, Dalberto Luan Belo, Dedik Setiawan, dan Razzaa Fachrezi merupakan opsi penyerang utama Arema FC. Absennya Dalberto membuat Dedik dan Razzaa berpeluang menjadi andalan Singo
JADI PEMBUKTIAN: Dari atas, Dalberto Luan Belo, Dedik Setiawan, dan Razzaa Fachrezi merupakan opsi penyerang utama Arema FC. Absennya Dalberto membuat Dedik dan Razzaa berpeluang menjadi andalan Singo

”Kami tentu mencari opsi penyerang yang paling ideal untuk laga ini (vs Madura United),” ujar Andre Caldas.

Saat ini, Arema hanya memiliki dua opsi striker murni. Yakni Dedik Setiawan dan Razzaa Fachrezi. Keduanya dinilai siap tampil. Dalam beberapa sesi latihan terakhir, Dedik dan Razzaa secara bergantian diplot sebagai ujung tombak untuk menggantikan peran Dalberto.

Andre menilai, karakter permainan kedua striker tersebut berbeda dengan Dalberto. Dedik dan Razzaa lebih nyaman beroperasi di area kotak penalti lawan, menunggu suplai bola untuk dieksekusi.

JADI PEMBUKTIAN: Dari atas, Dalberto Luan Belo, Dedik Setiawan, dan Razzaa Fachrezi merupakan opsi penyerang utama Arema FC. Absennya Dalberto membuat Dedik dan Razzaa berpeluang menjadi andalan Singo
JADI PEMBUKTIAN: Dari atas, Dalberto Luan Belo, Dedik Setiawan, dan Razzaa Fachrezi merupakan opsi penyerang utama Arema FC. Absennya Dalberto membuat Dedik dan Razzaa berpeluang menjadi andalan Singo

Sementara Dalberto dikenal lebih aktif turun ke lini tengah, menjemput bola dan membuka ruang bagi rekan setimnya. Meski demikian, absennya Dalberto tidak mengubah pendekatan taktik secara signifikan.

Andre menegaskan bahwa skema dasar 4-3-3 maupun 4-2-3-1 sudah sangat akrab bagi Dedik dan Razzaa. Penyesuaian hanya dilakukan pada detail permainan sesuai karakter masing-masing pemain.

Soal ketajaman, Andre cukup optimistis. Menurutnya, Dedik dan Razzaa kerap berada di posisi yang tepat untuk mencetak gol. ”Ada banyak peluang yang sebenarnya bisa menjadi gol. Hanya saja, kadang faktor keberuntungan belum berpihak,” ujarnya.

Untuk posisi penyerang utama, Andre masih merahasiakan pilihannya. Ia ingin melihat perkembangan kedua pemain hingga sesi latihan terakhir agar persaingan tetap sehat.

Sebagai opsi tambahan, Andre juga mencoba menempatkan Salim Tuharea dan Valdeci Moreira sebagai pendukung di belakang striker. Dalam dua latihan terakhir, keduanya terlihat disiapkan sebagai second striker untuk menambah variasi serangan Singo Edan. (zan/adn)

Editor : A. Nugroho
#Arema FC #skema alternatif #Kabupaten Malang #Singo Edan