KABUPATEN – Performa Madura United yang belum stabil tidak serta-merta membuat Arema FC berada di atas angin. Justru sebaliknya, kondisi tersebut bisa menjadi momentum kebangkitan bagi Laskar Sape Kerrab untuk menghentikan tren dua kekalahan beruntun.
Situasi itu yang diwaspadai gelandang Arema FC Arkhan Fikri. Pemain bernomor punggung 8 tersebut menegaskan, Singo Edan hampir selalu menghadapi pertandingan dengan tingkat kesulitan tinggi. Baik melawan tim papan atas maupun papan bawah.
Dia bersama penggawa lain kerap dipaksa bekerja keras sepanjang laga. Arkhan memperkirakan Madura United akan tampil lebih ngotot pada pertemuan kali ini.
”Mereka juga ingin kembali merangkak ke papan tengah bahkan atas, jadi pertandingan pasti berjalan sengit,” kata Arkhan.
Menurutnya, intensitas permainan Madura United bisa menjadi ujian serius bagi Arema FC. Terutama dari sisi stamina dan fokus. Ia menilai lawan tidak akan menurunkan tempo permainan hingga peluit akhir berbunyi.
Untuk meredam agresivitas tersebut, Pemain Timnas Indonesia U-23 itu menekankan pentingnya kecerdikan dalam bermain. Arema FC harus mampu memaksimalkan setiap peluang yang didapat. Gol lebih dulu diyakini bisa mengubah arah permainan sekaligus mengangkat kepercayaan diri tim.
Namun, jika gagal memanfaatkan peluang, Madura United berpotensi lebih leluasa mengendalikan laga. Tekanan beruntun dapat diarahkan ke lini pertahanan Arema FC. Kondisi fisik yang terkuras dalam tempo tinggi juga berisiko membuka celah terjadinya gol.
Meski demikian, Arkhan tetap optimistis Singo Edan mampu mengamankan hasil maksimal. Faktor bermain di Stadion Kanjuruhan disebutnya menjadi modal penting bagi Arema FC.
”Kami sudah empat kali kalah di kandang. Pemain ingin membayar itu dengan penampilan terbaik di hadapan Aremania,” ujarnya.
Bagi Arkhan, catatan pribadi seperti gol atau assist bukan prioritas utama. Yang terpenting, Arema FC kembali ke jalur kemenangan. Terakhir kali Singo Edan meraih tiga poin terjadi saat menundukkan Semen Padang pada 3 November lalu. (zan/adn)
Editor : A. Nugroho