Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Para Juara SEA Games 2025 di Thailand Asal Malang Raya (1)

Mahmudan • Senin, 29 Desember 2025 | 16:48 WIB
MEMBANGGAKAN: Atlet Dayung asal Sumberpucung, Mugi Harjito membentangkan bendera merah putih setelah meraih emas di ajang SEA Games 2025 di Thailand, 20 Desember lalu.
MEMBANGGAKAN: Atlet Dayung asal Sumberpucung, Mugi Harjito membentangkan bendera merah putih setelah meraih emas di ajang SEA Games 2025 di Thailand, 20 Desember lalu.

Masih Berambisi Menangi Asian Beach Games Tahun Depan

EMPAT medali emas menggantung di leher, sementara kedua tangan Mugi Harjito membentangkan merah putih. Atlet dayung asal Sumberpucung, Kabupaten Malang itu bangga lantaran berhasil mengharumkan nama Indonesia di mancanegara.

Di ajang SEA Games 2025 di Thailand, Mugi berhasil membawa pulang emas. Itu bukan prestasi pertama yang ditorehkan Mugi. Sebelumnya, dia membawa pulang tiga media The World Games 2025 Chengdu, Tiongkok.

Yakni tiga emas dan dua perak. Kala itu Mugi belum puas lantaran hanya meraih perak untuk nomor Men Small Boat 200 meter 22 Crew. Poin kalah tipis dibanding tim Thailand. Oleh karena itu, Mugi belum puas. Dia bertekad mengikuti kompetisi berikutnya dan melawan tim Thailand.

TOTALITAS: Mugi Harjito bersama tim dayung Indonesia melawan tim negara lain di ajang SEA Games 2025 pada 9-20 Desember lalu.
TOTALITAS: Mugi Harjito bersama tim dayung Indonesia melawan tim negara lain di ajang SEA Games 2025 pada 9-20 Desember lalu.

Ketika SEA Games 2025, dua negara itu kembali berjumpa. Mugi turun di empat kategori Dragon Boat. Di antaranya 200 Meter 12 Crew Man, 500 Meter 12 Crew Man, 200 Meter 22 Crew Mix, dan 500 Meter 22 Crew Mix. Dia juga terjun di nomor Canoe Kayak Double K2 200 Meter dan K4 200 Meter.

Persiapan yang dilakoni penuh tantangan. Dia bersama 27 atlet dayung lainnya menjalani latihan dua kali lebih berat dibandingkan SEA Games sebelumnya. Intensitas yang tinggi tersebut diharapkan bisa mendulang lebih banyak prestasi.

Bagi Mugi, hal itu selaras dengan visinya. Dia ingin di event multi-cabor edisi keenamnya bisa mendulang hasil terbaik. Itu karena, setiap kali tampil di ajang ASEAN, dirinya selalu membawa pulang medali emas.

Tim Indonesia awalnya tidak mematok target tinggi untuk nomor 200 Meter 22 Crew Men. Sebab, nomor tersebut selalu didominasi Thailand. Terlebih lagi, mereka bertanding sebagai tuan rumah.

Namun misi balas dendam yang dimiliki Indonesia semakin membara saat pertandingan berlangsung. Mugi dan kawan-kawan langsung tampil all-out di babak awal. Upaya tersebut langsung membuat mereka melangkah sampai partai final.

Babak tersebut terbagi menjadi dua ronde. Di ronde pertama, tim Indonesia menempati posisi kedua karena kalah cepat dibandingkan Thailand. Mugi yang mengetahui kondisi tersebut berusaha menyemangati rekan-rekan lain agar tampil maksimal di ronde berikutnya.

Mereka membuktikan dengan kecepatan yang konsisten dari awal sampai melewati garis finish. Mereka dinobatkan menjadi pemenang di ronde tersebut sekaligus meraih medali emas. Perolehan waktu mereka sangat tipis dibanding perolehan waktu overall di Thailand.

“Kami mendapatkan poin 92,878 detik, sementara Thailand finish di angka 92,888 detik,” ujar pria 34 tahun itu. Prestasi tersebut menjadi pelecut bagi Mugi dan rekan-rekannya di nomor lain.

Mereka kemudian menambah tiga emas di nomor 500 Meter 12 Crew Man, 200 Meter 22 Crew Mix, dan 500 Meter 22 Crew Mix. Sementara di nomor K2 200 meter, Mugi meraih satu medali perak. Dia juga mendapatkan satu medali perunggu di K2 200 meter sebagai pemain cadangan. “Edisi tahun ini merupakan yang paling berkesan,” ujar atlet kelahiran Demak itu.

Dia tidak hanya berhasil membalas kekalahan atas tim Thailand. Namun juga meraih status juara umum di kategori dragon boat. Konsistensi Mugi meraih prestasi SEA Games tidak terjadi secara instan. Sejak 2010 dia sudah aktif sebagai atlet Pelatnas. Event Korea Open menjadi laga debut internasionalnya dengan torehan sembilan medali emas.

Kala itu dia masih atlet Jawa Tengah. Hingga PON 2012, dia belum mendapatkan apresiasi yang sesuai. Setelah masuk kontingen Jawa Timur pada 2013 lalu, keluarga barunya diboyong ke Malang.

Dari sinilah deretan prestasi mulai dia ukir. Mulai medali emas PON dan Kejurnas, sampai event internasional seperti SEA Games, Asian Games, Asian Championship, dan kejuaraan terbuka lainnya. Setelah meraih emas SEA Games, Mugi berambisi memenangkan kompetisi di Asian Beach Games 2026 pada April tahun depan.(*/dan)

Editor : A. Nugroho
#SEA Games 2025 #Thailand #malang #atlet dayung