ESI Kota Malang berusaha menjaga regenerasi atlet. Mereka memanfaatkan berbagai kejuaraan untuk mencari gamers potensial. Salah satunya, blusukan di kejuaraan akar rumput yang berlangsung di warung kopi.
Pelatih ESports Indonesia (ESI) Kota Malang Adhim Hilmi mengungkapkan, banyak kejuaraan terbuka yang digelar di cafe modern sampai warung kopi. Turnamen Mobile Legends dan Free Fire menjadi yang paling sering dipertandingkan di sana. Alasannya kedua game tersebut telah lama mengakar di kalangan muda, bahkan hingga pemain SD dan SMP.
”Dari situ kami bisa melihat player muda potensial yang bisa kami ajak,” katanya. Dia menjelaskan, saat bisa menemukan player hebat yang belum terdata sebagai atlet jadi hal yang luar biasa. Dia bisa melatih mereka untuk berkembang.
Apabila sedang beruntung, ESI Kota Malang bisa merekrut lebih dari satu atlet. Bahkan pernah mengumpulkan satu tim berisi lima pemain. hal tersebut bisa menjadi keuntungan besar. Karena chemistry tim sudah terbentuk, tinggal mengasah jam terbang saja.
Sejauh ini, tidak sedikit atlet dari kejuaraan warung kopi yang sudah bergabung dengan ESI Kota Malang. Mereka bahkan sudah mengikuti kejuaraan bergengsi yang levelnya lebih tinggi. ”Ada yang ikut Porprov Jatim sampai mewakili Malang di ajang nasional,” tambah dia.
Harapannya, kemudahan tersebut bisa dirasakan di dua kategori game lain. Seperti E-Football dan PUBG. Alasannya, tidak banyak kejuaraan akar rumput yang rutin menggelar perlombaan di nomor tersebut saat ini.
Menurutnya dengan pembinaan atlet yang terorganisasi akan memperbesar peluang prestasi. Itu karena, medali didapatkan merupakan buah dari persiapan yang baik.(zan/gp)
Editor : A. Nugroho