ESI Kabupaten Malang memilih tidak banyak mengikuti kejuaraan internasional tahun ini. Fokus ke pertandingan akan dialihkan untuk pembinaan atlet. Satu tujuannya, mempersiapkan lebih banyak atlet untuk tampil di ajang level Jawa Timur dan nasional.
Bendahara Esport Indonesia (ESI) Kabupaten Malang Zulham Ahmad Mubarrok menjelaskan, sejatinya mendapat banyak informasi terkait kejuaraan internasional. Itu setelah, banyak kejuaraan online di kategori E-Football dan PUBG. Hanya saja, mereka lebih berkonsentrasi di pembinaan atlet selama satu tahun terakhir.
”Mengingat cabor ini baru beberapa tahun berdiri, kami fokus membangun fondasi dengan mengorbitkan atlet-atlet baru,” katanya. Menurutnya, proses tersebut membutuhkan waktu yang tidak singkat. Itu karena, untuk atlet bisa bersaing di level nasional maupun internasional memerlukan persiapan panjang dan jam terbang.
Berangkat dari itu, pihaknya memilih mengikutkan atlet di ajang regional atau tingkat Jawa Timur terlebih dahulu. Seperti Porprov Jatim dan turnamen terbuka. Saat atlet sudah konsisten meraih medali, baru diarahkan naik ke level kejuaraan yang lebih tinggi.
Selain itu, pihaknya akan memanfaatkan latih tanding melawan daerah lain. Hal itu dilakukan setiap bulan agar performa atletnya terjaga selama jeda kejuaraan bergengsi. Dari sana, pihaknya juga dapat melihat perkembangan atlet.
”Jika kami berada dalam progres yang bagus, bakal menjajal turnamen yang lebih kompetitif,” katanya. Akan mempertimbangkan mengikutkan timnya di kejuaraan level internasional pada masa mendatang. Sehingga, jam terbang atlet menghadapi berbagai lawan semakin banyak. (zan/gp)
Editor : Aditya Novrian