MALANG KOTA – Dalam sesi latihan Arema FC beberapa pekan ke depan bakal sering dijumpai wajah-wajah baru. Pelatih Singo Edan beri kesempatan kepada pemain Arema FC U-20 yang berlaga Elite Pro Academy (EPA) untuk latihan bareng tim senior. Langkah tersebut menjadi bagian dari program tim guna memberi ruang pengembangan bagi pemain muda.
Asisten Pelatih Arema FC Kuncoro menjabarkan, memberi kesempatan pemain Arema FC U-20 ke tim senior merupakan tradisi sejak lama. Musim lalu misalnya, pelatih Singo Edan memberi kesempatan kepada Dimas Aryaguna dan Sandhya Rizky. Sementara musim ini mereka ingin memberi peluang ke banyak pemain muda dari Academy Arema FC.
”Kami tidak hanya fokus ke satu atau dua pemain saja. Bergiliran setiap minggunya,” katanya. Selama pekan lalu, tim Singo Edan memberikan kesempatan kepada Dimas Kurniawan, Prayogi Prangin, Indra Pratama, dan Maulana Akbar berlatih bersama tim senior. Sementara untuk pekan depan akan diisi pemain yang berbeda.
Menurutnya, berlatih bersama tim senior memberikan pengalaman berbeda dibandingkan latihan dengan sesama rekan setim. Intensitas latihan yang dijalani pun jauh lebih berat. Sementara itu, pada sesi mini games, pemain Arema FC U-20 dituntut tampil maksimal dan berusaha mengikuti ritme permainan legiun asing atau lokal.
Bagi tim senior, kehadiran pemain EPA juga memberi keuntungan tersendiri. Salah satunya untuk melengkapi jumlah pemain yang berkurang akibat beberapa pemain senior yang absen karena izin atau problem kaki. Mereka juga bisa menggelar mini games dengan komposisi pemain berbeda dan tim yang lebih dari tiga.
”Kami juga memantau bagaimana perkembangan mereka, karena banyak talenta muda yang potensial,” ujar eks penggawa Persija Jakarta itu. Latihan bersama tim senior ini sekaligus dimanfaatkan sebagai ajang seleksi untuk melihat pemain yang berpeluang promosi dan masuk ke skuad utama. Dalam beberapa musim terakhir, pemain junior yang promosi cukup banyak. (zan/gp)
Editor : Aditya Novrian