KABUPATEN – Jumlah penonton laga home Arema FC sepanjang tahun 2025 belum menggembirakan. Hanya beberapa laga big match yang animo suporter menyaksikan pertandingan Singo Edan tinggi. Selama bermain delapan kali di Stadion Kanjuruhan pada 2025, total ada 21.969 penonton.
Angka tersebut tergolong kecil jika dibandingkan dengan rata-rata jumlah penonton laga home klub-klub besar BRI Super League. Seperti Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, atau Persib Bandung. Laga kandang tim-tim itu mencatatkan jumlah penonton sampai lebih dari 50 ribu.
Kehadiran pemain ke-12 di pertandingan kandang tim promosi Bhayangkara FC Presisi Lampung FC lebih tinggi. Kondisi tersebut membuat Arema FC berada di peringkat enam dari delapan tim dengan jumlah penonton laga home paling sedikit sepanjang 2025.
Manajer Bisnis Arema FC Munif Bagaskara Wakid tidak menampik kondisi tersebut. Menurutnya, manajemen Singo Edan masih terus berupaya untuk menarik minat penonton hadir di Stadion Kanjuruhan. ”Kami terus berupaya menarik minat (penonton atau suporter), baik itu yang sudah lama menonton maupun yang baru,” katanya.
Menurutnya, potensi laga Arema FC menarik minat pencinta bola besar. Satu indikasinya, cukup banyak Aremania atau penonton luar kota yang hadir di Stadion Kanjuruhan. ”Berdasar pengamatan kami, ada beberapa faktor mengapa laga home Arema FC belum stabil menggaet penonton,” katanya.
Seperti pertandingan yang digelar saat weekday. Menurutnya, banyak Aremania yang tidak sempat menonton langsung akibat masih bekerja. Sedangkan keinginan menggelar laga kandang malam hari belum mendapat izin.
Performa tim yang belum maksimal juga ikut adil membuat animo pemain ke-12 menyaksikan laga Arema FC kurang tinggi. Menurutnya, enam laga tanpa juga berdampak ke penjualan tiket pertandingan.
Berangkat dari situasi tersebut, dirinya bakal memaksimalkan program yang sudah ada, seperti tiket family bundling. Kemudian menjalin kerja sama dengan pihak ketiga untuk memberi diskon tiket pertandingan. ”Banyak penggemar yang juga menginginkan harga tiket diturunkan,” kata dia.
Manajemen Arema FC berharap tim segera kembali ke jalur kemenangan. Sebab, dampak kekalahan tidak hanya berakibat ke posisi tim di klasemen dan mentalitas pemain saja. Tapi juga aspek di luar hal teknis.
Pelatih Kepala Arema FC Marcos Santos menyadari tantangan itu. Tapi, dia ingin pemain ke-12 tidak berhenti memberi dukungan. ”Kami membutuhkan support dari mereka (Aremania) untuk kembali raih hasil maksimal (menang),” kata dia. (zan/gp)
Editor : Aditya Novrian