DALAM dua sesi latihan terakhir Arema FC, Valdeci Moreira harus menepi. Itu akibat, dia merasa tidak nyaman dengan jahitan luka di bagian dahinya. Pemain asal Brasil itu butuh waktu beradaptasi untuk menjalani latihan secara normal.
”Valdeci masih merasakan nyeri pada jahitannya saat berlari. Hal tersebut membuatnya belum nyaman beraktivitas dan disarankan menunggu sampai lukanya benar-benar kering,” kata Fisioterapis Arema FC Reta Arroyan kepada Jawa Pos Radar Malang. Menurutnya, hal tersebut merupakan sebuah hal normal. Itu karena, problem yang dialami pemain bernomor punggung 10 berada di bagian tubuh sensitif.
Meski begitu, kemungkinan Valdeci tidak harus sampai memakai pelindung kepala. Itu karena, luka di dahinya berangsur membaik. Perlu beberapa waktu lagi untuk kembali dalam kondisi 100 persen.
”Kami harus terus memantau kondisinya. Terkait peluang tampil di laga selanjutnya cukup terbuka,” papar Alumnus Universitas Muhammadiyah Malang itu. Menurutnya, keputusan akhirnya ada di dua orang. Pelatih Kepala Marcos Santos dan pemain tersebut.
Artinya, Valdeci akan ditanya kesiapannya untuk berlaga. Itu karena, yang mengetahui bagaimana kesiapan bertanding, sang pemain sendiri. Tim medis akan membantunya untuk pulih.
Luka Valdeci tersebut didapat saat menghadapi Bali United. Dia terkena sepakan pemain Bali United di pengujung babak pertama pertandingan. Akibatnya, harus digantikan Samuel Balinsa di interval kedua.
Pada waktu itu, Valdeci terlihat normal. Setelah diganti dan mendapat perawatan, dia menyaksikan laga tim di bangku cadangan. Itu menjadi problem kedua Valdeci selama berkarier di Indonesia. Sebelumnya, dia mengalami problem di hamstring.
Dalam laga melawan Persik Kediri Minggu nanti (11/1), tenaga Valdeci sangat dibutuhkan. Tim butuh kreativitas dari pemain berusia 30 tahun itu. (zan/gp)
Editor : Aditya Novrian