BATU – Ketegangan terjadi seusai pertandingan Liga 4 antara Malang United melawan Unesa FC di Stadion Gelora Brantas, Kecamatan Batu, Kota Batu, Rabu (7/1) sore. Peristiwa itu kemudian berujung pada laporan dugaan penganiayaan yang kini tengah ditangani Polres Batu.
Insiden dilaporkan terjadi sekitar pukul 15.00, sesaat setelah pertandingan berakhir. Saat kedua tim hendak menuju ruang ganti, situasi memanas dan terjadi ketegangan di area stadion. Dalam kondisi tersebut, seorang pemain Malang United mengaku menjadi korban dugaan tindakan kekerasan.
Baca Juga: Liga 4 Regional Jatim Malang United Lolos dari Lubang Jarum
Akibat kejadian itu, pelapor mengeluhkan nyeri pada bagian rahang kanan dan mata kanan. Merasa dirugikan, yang bersangkutan kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Batu untuk diproses secara hukum.
Menanggapi laporan tersebut, Humas Polres Batu Iptu Mohamad Huda menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah menerima laporan dan saat ini masih melakukan penyelidikan. Polisi masih mendalami kronologi kejadian guna memastikan ada atau tidaknya unsur kekerasan dalam insiden tersebut.
”Pelapor sudah menyampaikan laporannya dan itu hak yang bersangkutan. Dari kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan apakah benar terjadi kekerasan seperti yang dilaporkan,” ujar Huda kepada Jawa Pos Radar Malang, Kamis (8/1).
Baca Juga: Persema Malang Wajib Menang saat Lawan Hizbul Wathan untuk Lolos ke 16 Besar Liga 4 Jatim
Ia menjelaskan, dalam proses penyelidikan polisi juga telah melakukan langkah-langkah awal, termasuk visum terhadap pelapor. Selain itu, aparat masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi yang berada di lokasi kejadian.
Hingga kini, polisi belum dapat memastikan siapa pihak yang dilaporkan dalam kasus tersebut. Termasuk memastikan apakah terduga pelaku merupakan oknum anggota kepolisian atau bukan.
Baca Juga: Persema Malang Seleksi 225 Pemain untuk Liga 4
”Sampai saat ini belum mengarah ke siapa pelakunya. Masih kami dalami melalui keterangan saksi dan ciri-ciri yang disampaikan dalam laporan. Jadi belum bisa dipastikan siapa terlapornya,” pungkasnya. (dia/adn)
Editor : Aditya Novrian