KABUPATEN - Ketidakpastian penyelenggaraan Indian Super League (ISL) membuat banyak pemain asing di kompetisi tersebut melakukan eksodus berpindah klub. Liga di Australia dan kawasan Asia Tenggara jadi salah satu destinasi legiun asing dari sana. Sampai berita ini disusun, ada dua eks ISL yang bergabung ke Persijap Jepara.
Meski peluang mendatangkan pemain asing dari ISL besar, manajemen Singo Edan menegaskan tidak ingin terburu-buru. Mereka akan melihat perkembangan dan situasi klub ke depan. Selain itu, juga harus menyesuaikan dengan kebutuhan Arema FC untuk menghadapi putaran kedua kompetisi.
General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi menjabarkan, pihaknya harus memikirkan berbagai aspek apabila ingin merekrut penggawa asing. Pertama, kemampuan mereka di atas lapangan. Mulai dari bagaimana skill individu, kemampuan menjalin kerja sama dengan pemain lain, sampai kebugaran.
Selain itu, pihaknya juga harus memperhatikan attitude legiun asing. Satu tujuannya, supaya cepat menjalin chemistry dengan penggawa tim lain. Karena itu, tidak bisa memilih pemain dengan sembarangan. ”Pemain dari sana memang berkualitas, apalagi kebanyakan berasal dari Spanyol. Tapi kami perlu melakukan perekrutan dengan cermat,” katanya.
Menurutnya, aspek lain yang menjadi pertimbangan Arema FC adalah soal gaji dan tebusan kontrak. Apabila pemain tersebut masih terikat kontrak dengan klub lama maka klub harus merogoh saku lebih dalam dari pemain bebas transfer. Karena hal itu, perlu dilakukan diskusi dengan direksi dan pelatih terlebih dulu.
Lantas, apakah ada pemain yang menjadi incaran Arema FC? Pria yang akrab disapa Inal itu mengatakan, klub masih belum mencari pemain asing dari kompetisi di sana. ”Kami sudah ada pemain lain yang menjadi incaran untuk didatangkan pertengahan musim ini,” katanya.
Terkait dengan asal pemain anyar tersebut, pria asal Bogor itu masih enggan buka suara. Menurutnya, hal itu akan terungkap setelah bursa transfer BRI Super League pertengahan musim dibuka. (zan/gp)
Editor : Aditya Novrian