KABUPATEN - Pertandingan Arema FC kontra Persik Kediri menyisakan beberapa cerita spesial untuk Julian Guevara. Selain ikut mengakhiri puasa kemenangan Singo Edan, dia kembali terpilih jadi kapten tim. Pemain berusia 33 tahun itu mengemban tugas tersebut dalam tiga pertandingan beruntun.
Dia mengisi posisi Johan Ahmat Farizi sebagai kapten mulai dari laga melawan Persita Tangerang. Lalu berlanjut di pertandingan menghadapi Bali United dan Persik Kediri Minggu lalu (11/1).
”Saya sangat bangga bisa mengenakan ban kapten di laga tersebut (menghadapi Persik). Saya berterima kasih kepada tim pelatih karena sudah memercayai saya,” katanya. Menurutnya jadi kapten bukan sebuah tugas yang gampang. Diperlukan pengalaman dan punya komunikasi yang baik dengan rekan setim dan pengadil lapangan.
Bagi Guevara, peran sebagai kapten berarti memikul empat tanggung jawab sekaligus. Dirinya tak hanya dituntut memberi contoh lewat performa di lapangan, tetapi juga menjaga dan mengangkat moral rekan-rekannya. Lalu, diwajibkan terus berpikir dingin dan tenang menghadapi dinamika di lapangan. Serta jadi jembatan ke pemain dan pelatih atau sebaliknya.
”Saya sempat memberi motivasi dan menegaskan peluang membalikkan keadaan masih terbuka (saat tertinggal lawan Persik),” kenangnya. Semangat itu akhirnya berbuah kemenangan 2-1.
Meski bukan tugas ringan, pemain asal Colombia itu sangat menikmati kepercayaan tersebut.
Baginya, yang terpenting terus berkontribusi untuk Arema FC. Dia ingin pada musim ketiganya berkostum Singo Edan bisa memberikan capaian terbaik. ”Saya hanya menggantikan Mas John (sapaan akrab Farizi). Namun, jika diberi kesempatan menjadi kapten, saya akan dengan senang hati menjalankannya,” jelasnya.
Di tempat terpisah, Pelatih Kepala Arema FC Marcos Santos memuji kepemimpinan Guevara di atas lapangan. Juru taktik asal Brasil itu melihat, pemain bernomor punggung enam tersebut tidak hanya mampu menjalankan tugas dengan baik. Lebih jauh, juga bisa menjadi jembatan komunikasi dari pelatih kepada pemain. ”Kemampuan komunikasinya sangat bagus, itu membuat pemain bisa saling paham skema yang akan dijalankan (selama bertanding),” tandasnya. (zan/gp)
Editor : Aditya Novrian