KABUPATEN – Perjalanan Arema FC di putaran pertama BRI Super League menghadapi berbagai rintangan. Salah satu yang paling terasa, Singo Edan sering tampil pincang. Pada laga pertama di kompetisi tidak bisa memainkan Johan Ahmat Farizi dan Matheus Blade.
Sedangkan pada pertandingan ketiga, kehilangan Yann Motta akibat sanksi kartu merah. Setelah itu, giliran Achmad Maulana Syarif menepi akibat cedera. Dia mengalami problem lutut dalam laga ketiga melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC.
Dalberto Luan Belo absen melawan Persijap Jepara akibat kembali ke Brasil. Betinho tidak bisa berlaga saat menghadapi Dewa United dan Persib Bandung akibat sanksi kartu merah. Lalu, Paulinho Moccelin mundur dari tim.
Setelah itu, tim juga sempat tidak didampingi Marcos Santos. Top skor tim absen dalam tiga laga beruntun. Berdasar informasi yang digali wartawan koran ini, Arema FC tampil dengan skuad terbaik tidak lebih dari lima kali sepanjang putaran pertama. Akibatnya, rasakan inkonsistensi performa.
Gelandang Arema FC Valdeci Moreira mengatakan, situasi tersebut tidak mudah. Beberapa hasil negatif selama putaran pertama jadi gambarannya. Tapi tim selalu berusaha siap menghadapi situasi tersebut.
”Arema FC merupakan tim yang bermain berdasar kolektivitas. Kekuatan dan semangat tim tidak boleh luntur meski satu atau dua pemain penting absen,” ujar dia.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya berlaku saat Dalberto tidak bisa tampil. Namun juga diterapkan setiap penggawa Singo Edan berhalangan tampil.
Menurutnya, mereka yang bermain mewakili pemain yang absen. Membawa semangat menang dan berjuang mengembalikan posisi tim ke papan atas klasemen. Dari situasi tersebut, dia berharap kekompakan tim terus terjaga.
Valdeci percaya, apabila kekompakan tim terjaga, performa Singo Edan tetap stabil meski ditinggal pemain pilar. Selain itu, dia melihat semua pemain Arema FC mempunyai kualitas. Alhasil, tim harus terus saling support dan jadi kesatuan.
”Kami akan lebih mudah mendapatkan tiga poin, terlepas siapa yang tampil di lapangan,” tandasnya. (zan/gp)
Editor : Aditya Novrian