MALANG KOTA- Kejuaraan sepak bola putri kelompok usia MilkLife Soccer Challenge (MLSC) kembali bergulir tahun ini. Ajang itu konsisten berlangsung selama tiga tahun terakhir. Itu jadi wujud komitmen Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife untuk kembangkan sepak bola putri di tanah air.
Sebagai informasi, kejuaraan untuk pemain putri sangat minim seusai Liga 1 Putri tidak bergulir sejak 2020. Sempat terjadi kekosongan turnamen atau kompetisi. Khususnya di pengembangan pemain putri junior. Saat ini MLSC jadi salah satu garda terdepan menyediakan wadah pemain muda.
MLSC 2026 akan berlangsung di 12 daerah yang ada di Indonesia. Dimulai dari Semarang dan Tangerang pada 13-18 Januari, Lalu berlanjut di Bandung serta Jogjakarta 27 Januari-1 Februari, Solo dan Samarinda 10-15 Februari. Lalu berpindah ke Bekasi 28 April sampai 3 Mei, Banjarmasin 30 April-3 Mei, Kudus serta Surabaya 12-17 Mei.
Sedangkan laga pemungkas seri MLSC 2026 akan dihelat di Bumi Arema. Malang akan jadi tuan rumah pada 19-24 Mei. Tahun lalu, peserta MLSC di Malang membeludak. Banyak sekolah dari penjuru wilayah Malang Raya yang ambil bagian.
Beberapa pemain putri potensial muncul dari MLSC 2025 seri Malang. Salah satunya, siswa MI AL Ihsan Nagista Maulidina Bilqina Bilqis. Dia borong prestasi individu mulai dari pemain terbaik sampai top skor.
Pada penyelenggaraan tahun ini, peserta MLSC mengalami peningkatan. Pada Seri 1 2024, 5.163 peserta turut andil. Sementara Seri 2 2024 meningkat sebanyak 10.051 siswi berpartisipasi. Pada 2026 terdapat 17.492 calon pesepak bola putri yang ambil bagian.
”MilkLife Soccer Challenge dirancang sebagai program jangka panjang. Setelah berjalan dengan baik di 10 kota, kami melanjutkan lagi agar para peserta memiliki kepastian kompetisi yang berkelanjutan,” ujar Program Director MLSC Teddy Tjahjono. Menurutnya, MLSC 2026 hadir di Samarinda dan Banjarmasin sebagai langkah strategis untuk memperluas basis pembinaan di luar Pulau Jawa.
Harapannya, iklim positif yang terjadi di Seri 1 dapat berlanjut pada seri mendatang. Mantan pelatih timnas Indonesia yang kini juga menjabat sebagai Direktur Akademi Borneo FC, Jacksen Ferreira Tiago bergabung sebagai Head Coach MilkLife Soccer Challenge bersama Timo Scheunemann. ”Kami melihat dampak positif MLSC tidak hanya pada kualitas pemain, tetapi juga pada tumbuhnya ekosistem. Semakin banyak sekolah dan SSB putri yang terbentuk setelah MLSC hadir di suatu daerah,” katanya.
Nagista Maulidina Bilqina Bilqis antusias menyambut ajang tersebut. Menurutnya, sekolahnya sudah bersiap menghadapi ajang itu. ”Saya dan teman-teman bersemangat meraih trofi lagi,” katanya. (zan/gp)
Editor : Galih R Prasetyo