MALANG KOTA - Peluang Pablo Oliveira kembali bermain untuk Arema FC di kompetisi semakin dekat. Satu indikasinya, dia masuk daftar pemain tim yang dibawa untuk laga away. Meski hanya jadi penonton di tribun saat Arema FC melawan Dewa United (26/1), tapi itu menunjukkan sang pemain menjalani progres yang baik.
Umumnya, pemain Arema FC yang masih mengalami cedera akan ditinggal di Malang. Diminta fokus untuk melakukan pemulihan. Sedangkan Pablo, diberikan kesempatan adaptasi setelah berbulan-bulan absen berlaga.
Pablo tidak menampik kondisinya semakin bagus saat ini. Ada lebih banyak aktivitas sepak bola yang bisa dia lakukan untuk sekarang. Sebelumnya, dia mengasah sentuhan bola dan teknik dasar saat awal kembali ikut latihan dengan tim.
”Semuanya berjalan dengan baik sejauh ini. Saya semakin siap untuk kembali membantu tim,” kata pemain berusia 30 tahun itu. Saat ini dirinya hanya perlu terus meningkat dan meningkat. Baik itu dalam hal teknis dan juga fisik.
Lantas, bagaimana terkait tantangan menghadapi trauma setelah cedera lutut? Pemain 32 itu tidak ingin terlalu memikirkan hal tersebut. Dia hanya menantikan momentum untuk kembali bermain lagi. Sudah hampir delapan bulan dia menunggu laga pertama lagi.
”Saya tentu tidak bisa memaksa diri, semua ada prosesnya. Tapi, momen-momen indah (bermain) dengan Arema FC selalu ada dalam pikiran saya,” katanya. Menurutnya, hal tersebut yang memotivasi dirinya terus berjuang pulih. Saat awal cedera terasa berat untuknya, tapi dukungan keluarga dan motivasi itu membuatnya bangkit.
Pablo akan terus menunggu kesempatan bermain, sembari terus bersiap. Harapannya, dalam laga comeback bisa mencatatkan cerita yang indah. Seperti membantu Singo Edan mendapatkan kemenangan.
Mantan pemain Associacao Chapecoense de Futebol itu selalu yakin Arema FC akan bangkit. Satu hal yang membuatnya optimistis, elemen terus kerja keras di latihan. Baik itu saat mendapatkan hasil minor atau kemenangan dalam pertandingan. Musim lalu Pablo jadi andalan di lini tengah Singo Edan. (zan/gp)
Disunting kembali oleh: Xeon Rhao Loudra Widadi
Editor : Aditya Novrian