LAGA uji coba melawan Hampton FC memberi banyak keuntungan untuk Unggul FC Malang. Dalam laga yang berlangsung di Unggul Sports Center Sabtu lalu (31/1) itu, Andre Brocanelo bisa mencoba skema permainan baru. Lalu, bisa melihat kondisi fisik pemain setelah tiga pekan lebih melakukan persiapan untuk Nation Cup 2026.
Asisten Pelatih Unggul FC Malang Agus Abdulrahman mengatakan, tim mencoba dua skema baru. Pertama taktik saat tim mendapatkan bola mati. Kedua adalah strategi permainan untuk mengantisipasi serangan atau saat lawan memakai power play.
Agus menjelaskan, tidak hanya melakukan variasi tendangan bebas langsung. Unggul FC juga mencoba menempatkan satu sampai tiga eksekutor. Mereka akan berkolaborasi melakukan satu sampai tiga sentuhan kemudian melakukan tembakan ke gawang.
”Variasi eksekusi (tendangan bebas) berhasil membuahkan satu gol. Saat itu Wellington eksekutor, sementara Wais Alkarni dan Andres Dwi Persada menjadi memantulkan bola,” katanya. Gol tersebut membuat keunggulan Unggul FC atas Hampton FC sulit terkejar. Alhasil menang dengan skor 5-0.
Menurutnya, tendangan bebas menjadi aspek yang penting dalam sebuah pertandingan. Alasannya, bisa jadi pemecah kebutuhan sampai melebar keunggulan dari tim lawan.
Sedangkan terkait skema permainan bertahan, tim pelatih Unggul FC menempatkan empat pemain berposisi anchor di sektor belakang. Taktik itu juga bagian dari upaya menghadapi permainan powerplay lawan. Sempat dilakukan Timnas Futsal.
”Dengan menurunkan empat anchor, kami bisa bermain rapat dan mengurangi potensi tembakan langsung dari lawan,” katanya. Dalam laga uji coba itu, Unggul FC mencoba skema itu jelang akhir laga. Menempatkan, Ikhsani Fajar, Anton Cahyo, Ahmad Khoeron dan Abdussalam. (zan/gp)
Editor : Aditya Novrian