CENTER Back anyar Arema FC Hansamu Yama punya tugas tidak mudah selama berkarier di Malang. Kehadirannya di tim diharapkan jadi salah satu solusi mengatasi problem lini belakang Singo Edan. Arema FC punya pekerjaan rumah memperbaiki lini belakang yang rapuh saat ini.
Dalam beberapa terakhir sulit mencatatkan nirbobol. Gawang tim selalu kemasukan gol sejak 30 Agustus 2025 lalu. Selama waktu itu sampai sekarang, kemasukan 22 gol. Akibatnya, merasakan tujuh kekalahan dan empat kali bermain seri. Kondisi itu juga membuat posisi Arema FC berkutat di papan tengah klasemen.
Sedangkan problem lini belakang Arema FC lainnya, tidak punya banyak opsi center back murni. Julian Guevara yang bermain di jantung pertahanan tim saat melawan Dewa United (26/1), berposisi asli gelandang. Sebelum bergabungnya Yama, pemain yang berposisi asli center back Arema FC adalah Anwar Rifai dan Odivan Koerich.
General Manajer Arema FC Yusrinal Fitriandi tidak menampik, klub meminjam Yama dari Persija Jakarta didasari kebutuhan. Artinya, perlu sosok center back yang berpengalaman untuk mengisi posisi Gustavo dan kemampuannya membuat buat pertahanan lebih solid.
Arema FC melihat mencetak gol memperbesar peluang untuk menang. Begitu juga saat tim mampu bertahan dengan baik selama 90 menit laga. ”Kami membutuhkan tambahan (pemain) kualitas untuk menghadapi sisa kompetisi. Arema FC yakin, Yama sesuai dengan kebutuhan tim untuk putaran dua,” katanya.
Sebelum direkrut, Tim Pelatih Arema FC menganalisis kemampuan Yama. Satu hal yang jadi penilaian, apakah sang pemain cocok dengan skema tim atau tidak. ”Sebelum diputuskan, dilakukan diskusi panjang. Semoga dia membantu kami,” katanya. (zan/gp)
Editor : Aditya Novrian