KABUPATEN – Suasana haru menyelimuti Stadion Kanjuruhan jelang laga Arema FC versus Persijap pada Senin (2/2) sore. Doa bersama yang dipanjatkan para penggawa Singo Edan sebelum pertandingan berlangsung lebih khidmat dan lebih lama dari biasanya.
Selain mendoakan para korban Tragedi Kanjuruhan, Arema FC dan Aremania memberikan penghormatan khusus kepada almarhum Asisten Pelatih Arema FC Kuncoro.
Momen tersebut terasa semakin emosional karena digelar di kandang sendiri. Seluruh pemain, ofisial, dan Aremania yang memadati stadion larut dalam suasana duka. Prosesi diawali dengan mengheningkan cipta selama 30 detik sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada sosok yang dikenal sebagai salah satu legenda Arema FC tersebut.
Aremania yang hadir juga mengibarkan giant flag bergambar almarhum Kuncoro. Pada bendera berukuran besar itu tertera tulisan Suwargi Langgeng Abah Kuncoro, yang bermakna doa agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di surga. Pemandangan tersebut menambah kuat nuansa emosional di dalam stadion.
Setelah doa dipanjatkan, Aremania serentak memberikan tepuk tangan panjang. Aplaus itu menjadi simbol penghormatan dan rasa kehilangan mendalam atas kepergian Kuncoro, sosok yang memiliki peran besar dalam perjalanan Arema FC, baik sebagai pemain maupun pelatih.
Penghormatan ini menjadi yang pertama digelar secara resmi di Stadion Kanjuruhan sejak kepergian almarhum. Namun, duka yang dirasakan Arema FC tidak hanya terjadi di Malang. Pada laga sebelumnya saat menghadapi Dewa United Banten FC, publik Stadion Banten International Stadium juga memberikan tribute serupa sebelum pertandingan dimulai.
Dukungan dan penghormatan dari suporter lawan tersebut menjadi bukti besarnya respek insan sepak bola nasional terhadap almarhum Kuncoro dan Arema FC yang tengah berduka. (zan/adn)
Editor : Aditya Novrian