DEBUT Hansamu Yama Pranata berkostum Arema FC diwarnai beberapa catatan unik. Aksinya membobol gawang Persijap Jepara membuatnya, jadi salah satu pemain yang mampu mencetak gol saat berkostum Arema FC dan Persebaya. Menjadi kapten di laga itu, menjadikannya sebagai salah satu eks Green Force yang jadi kapten Singo Edan.
Dalam sejarahnya, mantan pemain Persebaya berkostum Singo Edan bukan sesuatu yang baru. Banyak pemain merasakan momen tersebut. Contohnya Ricky Kayame, Hamka Hamzah, sampai Goran Gancev.
Yama mengemban tugas sebagai kapten pada menit ke-81. Itu setelah, Johan Ahmat Farizi keluar digantikan Ikhsan Lestaluhu. Sebelum keluar lapangan, Alfarizi menghampiri Hansamu untuk menyerahkan ban kapten.
Awalnya pemain berusia 31 tahun itu menunjukkan gestur terkejut dengan tugas tersebut. Meski begitu, mantan pemain Barito Putera itu tetap menjalankan tugas dengan sebaik mungkin. Pemain bernomor punggung 66 itu sejatinya punya pengalaman jadi kapten tim.
Dia pernah mengemban tugas itu saat berkostum Timnas Indonesia. Lalu, ditunjuk sebagai salah satu kapten Persebaya pada kompetisi musim 2020. Bersama Makan Konate dan Rachmat Irianto.
”Saya tidak tahu awalnya (kenapa dipilih kapten). John (sapaan akrab Alfarizi) memang aneh-aneh kelakuannya,” katanya sambil tertawa kepada Jawa Pos Radar Malang. Selain itu, sebelumnya tidak ada komunikasi dirinya akan jadi kapten. Alhasil, dia harus siap dengan tugas tersebut.
Baginya, menjadi kapten Singo Edan merupakan tugas tidak ringan. Terlebih tim harus mempertahankan keunggulan. Tapi, dia tidak merasa kesulitan saat ditunjuk secara dadakan. Komunikasinya dengan pemain lini belakang dan tengah terjalin dengan baik. Para pemain Arema FC lain juga memberinya support. (zan/gp)
Editor : Aditya Novrian